SURABAYA, Tugujatim.id – Polrestabes Surabaya membekuk komplotan joki UTBK di Jatim yang sudah beroperasi sejak 2017 hingga 2026. Dari kasus ini, polisi mengamankan 14 tersangka yang diotaki pria berinisial K.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistyawan menjelaskan berdasarkan keterangan dari tersangka utama berinisial K, sudah menerima atau menyanggupi praktik perjokian lebih dari 150 orang.
Baca Juga: Modus Joki Ujian Bahasa Inggris CBEPT UNEJ Ternyata Gunakan Akun Peserta dari Jarak Jauh
“Dan sebagian sudah lulus yaitu sebanyak 114 orang ini kami akan dalami karena ini ternyata tersebar tidak saja di kampus yang ada di Jawa Timur, tetapi ada di Jawa Barat, kemudian di Jawa Tengah, dan juga di luar Jawa terutama di Kalimantan. Ini terus kami akan dalami,” katanya pada Jumat (08/05/2026).
Mahasiswa Lolos Bakal Ditindaklanjuti
Kombes Pol Luthfie menyebut rata-rata permintaan joki “elite” UTBK di Jatim yang diterima tersangka adalah calon mahasiswa yang hendak masuk ke fakultas kedokteran.
Tarifnya pun beragam, tersangka utama mematok harga Rp500 juta-Rp700 juta per paket. Uang tersebut kemudian dibagi ke dalam jaringan, dengan joki UTBK di Jatim menerima imbalan sekitar Rp20 juta hingga Rp75 juta, tergantung tingkat kesulitan kampus tujuan.
“Nanti akan terus kami dalami. Prinsipnya, sindikat ini harus kami ungkap. Kami harus bongkar jaringan joki bagi para calon mahasiswa ini supaya tidak ada lagi nanti aksi-aksi sejenis ini yang tentu mencederai dunia pendidikan kita,” jelasnya.
Baca Juga: Sindikat Joki TOEFL di Unej Terbongkar, Empat Pelaku Diamankan
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk menentukan langkah selanjutnya bagi mahasiswa yang telah lolos karena menggunakan praktik joki.
“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan dikti untuk langkah-langkah lebih lanjut berkaitan dengan hal-hal yang terkait dengan tindak lanjut dari dikti dan kampus terhadap yang terbukti nanti terlibat pada kegiatan-kegiatan perjokian,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Khaesar
Editor: Dwi Lindawati








