Tugujatim.id – Hari ini, 15 tahun yang lalu tepatnya 26 Oktober 2010 adalah ‘harinya’ Gunung Merapi dan Mbah Maridjan. Dari berbagai sumber, letusan Gunung Merapi tampak mulai pada 25 Oktober 2010 serta mencapai puncak pada 4-5 November 2010. Letusan pada tahun tersebut diyakini menjadi letusan paling besar sejak 1872 silam. Lalu apa hubungannya dengan Mbah Maridjan?
Mbah Maridjan merupakan juru kunci Gunung Merapi sejak diangkat pada 1982 silam. Sosok yang juga bergelar Mas Penewu Suraksohargo ini lahir 5 Februari 1927 di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.
Mbah Maridjan menggantikan posisi ayahnya yang tutup usia. Sebelumnya, Mbah Maridjan sempat berposisi sebagai wakil juru kunci sejak 1970.
Nama Mbah Maridjan kian dikenal masyarakat luas manakala Gunung Merapi meletus pada tahun 2006. Bahkan, sosok Mbah Maridjan pernah menjadi bintang iklan salah satu minuman berenergi.
Masyarakat di sekitar Merapi meyakini sosok Mbah Maridjan begitu paham dengan seluk-beluk Gunung Merapi. Sebab setiap peristiwa yang terjadi di Gunung Merapi, sosok Mbah Maridjan diyakini yang paling tahu penyebabnya.
Sebagai juru kunci, Mbah Maridjan benar-benar memegang teguh perannya. Ia tak berpindah dari Merapi walau gunung tersebut memuntahkan awan panas maupun lava.
Puncaknya, saat Gunung Merapi mengamuk pada 26 Oktober 2010. Bahaya erupsi sudah menjalar ke beberapa kawasan di bawah Gunung Merapi.
Namun, Mbah Maridjan menolak meninggalkan gunung tersebut. Begitu letusan Merapi mereda, tim SAR menemukan jasad Mbah Maridjan di rumahnya beserta 16 orang lain yang juga telah meninggal. Jasad Mbah Maridjan dikuburkan di komplek Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








