SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengaku kecolongan atas bencana banjir yang beberapa hari ini melanda Kota Pahlawan. Bahkan, sebanyak 16 titik masih tergenang banjir Surabaya.
Seperti yang diketahui memasuki musim kemarau Kota Surabaya diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya tidak memprediksi turunnya hujan dengan intensitas tinggi di musim kemarau. Karena itu, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat genangan air.
Baca Juga: Banjir di Surabaya Mengepung, DSDABM Ungkap Penyebab Rumah Pompa Tak Bekerja Maksimal
Dia menjelaskan saat ini Pemkot Surabaya sedang mengerjakan proyek saluran air dan gorong-gorong untuk mengatasi banjir yang kerapkali kali melanda Kota Surabaya di musim hujan. Sehingga dengan adanya pengerjaan beberapa proyek ini ada beberapa saluran air yang memang tidak berfungsi dikarenakan masih dalam pengerjaan.
“Kami meminta maaf kepada warga Surabaya karena memang hujan ini tidak kami prediksi. Saat ini kami mengerjakan proyek saluran air yang pengerjaannya sengaja di musim kemarau. Karena masih dikerjakan beberapa saluran air tidak berfungsi,” kata Eri saat ditemui di Balai Kota, Selasa (23/06/2026).

Eri menambahkan kondisi ini diperparah dengan fenomena pasang surut yang membuat air laut masuk ke pemukiman penduduk. Pemkot Surabaya sendiri telah berupaya mengatasi hal tersebut dengan mengerahkan rumah pompa, namun tersebut tidak banyak membantu karena terkena backwater.
“Hal ini diperparah dengan pasang surut air laut, karena kami nggak punya giant sea wall jadi air masuk ke pemukiman, salah satunya di Wonorejo. Kami ada pompa cuma percuma karena air lautnya pasang jadi balik lagi,” tambahnya.
Pengerjaan Proyek Sengaja di Musim Kemarau Antisipasi Hujan Deras
Dirinya mengaku memang sengaja baru memulai proyek pembangunan saluran air dan gorong-gorong di musim kemarau agar nanti pada saat musim kemarau dapat digunakan untuk mengatasi genangan air di musim penghujan.
Oleh sebab itu dengan adanya fenomena hujan di musim kemarau, dirinya meminta masyarakat bersabar terlebih dahulu. Dia mengaku akan terus memantau proyek saluran air dan gorong-gorong yang targetnya selesai pada November 2026 sebelum musim hujan.
“Untuk mengatasi banjir, kami kerahkan kendaraan PMK dan DLH untuk memompa genangan air di berbagai titik. Selain itu, kami juga memfungsikan beberapa saluran air agar genangan air bisa teratasi, tanpa merusak proyek yang sedang di kerjakan,” paparnya.
Dia berharap semoga fenomena turunnya hujan di musim kemarau ini tidak berlangsung lama agar proyek yang dikerjakan Pemkot Surabaya bisa segera selesai dan genangan air dapat teratasi.
Sebagai informasi hujan di musim kemarau Surabaya disebabkan oleh gangguan atmosfer lokal seperti suhu muka air laut Selat Madura yang hangat dan fenomena konvergensi angin. Kondisi ini meningkatkan kelembapan secara signifikan, memicu pertumbuhan awan kumulonimbus, dan memicu hujan lebat.
“Saya minta doanya semoga tidak turun hujan lagi agar proyek pembangunan ini bisa segera selesai. Kami sudah berusaha dengan mengerjakan di musim kemarau, tapi yang namanya fenomena alam tidak bisa diprediksi,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Husni Habib
Editor: Dwi Lindawati








