JEMBER, Tugujatim.id – Jembatan sepanjang 20 meter yang menjadi satu-satunya akses penghubung antar padukuhan di Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, ambruk setelah diterjang banjir pada Minggu (03/05/2026), sekitar pukul 16.00 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan akses utama warga terputus total, sehingga aktivitas harian masyarakat setempat lumpuh dan terhambat. Jembatan dengan lebar 3 meter tersebut putus setelah tidak mampu menahan derasnya aliran air Sungai Plalangan yang meningkat signifikan.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo menjelaskan, peristiwa ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga: Cegah Aksi Bunuh Diri Terulang, Jembatan Cangar Kota Batu Dipagari dan Dipasangi CCTV
“Pada pukul 13.00 WIB, terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Tanggul,” ujarnya pada Rabu (06/05/2026).
Hujan tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga akhirnya merusak struktur jembatan.
“Pukul 16.00 WIB, sebuah jembatan penghubung padukuhan di aliran Sungai Plalangan, Dusun Jumbatan, Desa Darungan, putus diterjang banjir,” katanya menambahkan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan infrastruktur berdampak langsung pada aktivitas harian warga.
Warga Bangun Jembatan Sementara
Menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan, tim dari BPBD Jember segera turun ke lokasi untuk penanganan awal. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari koordinasi dengan pemerintah desa, peninjauan lapangan, hingga kaji cepat guna mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan lanjutan.

Selain itu, tim juga mendata kerugian serta dokumentasi sebagai bahan laporan resmi. Proses ini melibatkan berbagai unsur, termasuk perangkat desa, RT/RW, serta masyarakat setempat yang turut membantu di lapangan.
Sementara menunggu penanganan permanen dari pemerintah, warga berinisiatif membangun jembatan darurat menggunakan material kayu. Upaya swadaya ini dilakukan agar akses antar wilayah tetap bisa digunakan, terutama untuk kebutuhan mendesak.
Baca Juga: ‘Jembatan Merah Putih’ Warna Biru Jadi Akses Lebih Aman bagi 13 KK di Tuban
Saat ini, jembatan darurat tersebut sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, meski penggunaannya tetap harus berhati-hati mengingat kondisi struktur yang masih terbatas. Aktivitas warga pun perlahan kembali berjalan meskipun belum sepenuhnya normal.
BPBD Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap cuaca ekstrem,” kata Edy.
Pemerintah daerah juga telah merekomendasikan kepada dinas terkait agar segera menangani pascabencana, termasuk rencana perbaikan permanen jembatan. Harapannya, langkah tersebut dapat memulihkan kembali akses di Tanggul yang vital bagi warga sekaligus mencegah dampak meluas di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








