18 Ribu Siswa di Kota Malang Jalani Swab Test Acak, Semua Negatif - Tugujatim.id

18 Ribu Siswa di Kota Malang Jalani Swab Test Acak, Semua Negatif

  • Bagikan
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah mulai berjalan di sekolah-sekolah di Kota Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim) swab test acak kota malang siswa
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah mulai berjalan di sekolah-sekolah di Kota Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Para wali murid, guru, dan berbagai elemen pendidikan sekolah di Kota Malang patut bernapas lega. Usai 18 ribu siswa baik tingkat SD maupun SMP di Kota Malang menjalani tes usap (swab test) Covid-19, semuanya dinyatakan negatif.

Ke depan, Pemerintah Kota Malang (Pemkot Malang) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang bakal menggencarkan swab antigen secara acak kepada total 45 siswa di Kota Malang. Kini swab bagi siswa itu telah mencapai 40 persen atau 18 ribu siswa.

“Sejauh ini sudah sekitar 40 persen siswa sudah kita swab antigen. Alhamdulillah itu hasilnya negatif semua untuk adik-adik siswa kita,” ujar Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, Minggu (31/10/2021).

Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah mulai berjalan di sekolah-sekolah di Kota Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah mulai berjalan di sekolah-sekolah di Kota Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Menurutnya, swab antigen yang menyasar siswa SD dan SMP itu dilakukan demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Sehingga aktivitas sekolah tatap muka bisa terus berlanjut.

Tak hanya menyasar peserta didik, swab tersebut juga menyasar tenaga pendidik SD dan SMP di Kota Malang. Tercatat, tenaga pendidik di Kota Malang terdapat 13 ribu orang.

“Swab antigen siswa ini sifatnya kita acak. Jadi kita lakukan swab, pindah dari sekolah satu ke sekolah yang lain. Dan alhamdulillah hasilnya negatif semua baik siswa maupun guru gurunya,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya juga terus mengimbau masyarakat agar tak lenggah dan tetap waspada terhadap Covid-19. Untuk itu, pihaknya menekankan kepada siswa dan tenaga pengajar untuk tetap tertib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Jangan sampai kita lengah, tetap semua harus pakai prokes. Kemudian jangan sampai berhenti menerapkan prokes,” tandasnya.

 

  • Bagikan