TUBAN, Tugujatim.id – 19 KDMP (Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih) di Kabupaten Tuban hingga pertengahan September 2025 resmi beroperasi dan mulai menjalankan aktivitas usaha.
Kehadiran koperasi ini membawa semangat baru bagi warga desa, karena tidak hanya membuka pasar produk lokal, tetapi juga memberi akses mudah terhadap permodalan dari bank-bank Himbara.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menyebut capaian ini sebagai kebanggaan sekaligus tonggak penting menuju kemandirian ekonomi desa. Lindra menegaskan, jalur permodalan kini semakin terbuka setelah Kementerian Keuangan menambah dukungan dana untuk penguatan KDMP.
“Bank Himbara melalui BRI sudah menyalurkan dana dan di-breakdown hingga ke tingkat cabang pembantu. Artinya, koperasi desa bisa langsung mengakses modal, tentu dengan syarat administrasi yang lengkap,” jelas Lulusan Sarjana Ekonomi Unair ini.
Ke-19 KDMP tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Mulai dari ujung barat hingga timur Kabupaten Tuban, koperasi desa sudah mulai aktif memberi layanan. Misalnya di Kecamatan Bancar, dua desa yakni Bancar dan Kunjuran kini sudah memiliki koperasi.
Lalu di Tambakboyo, Pabeyan menjadi salah satu pionir. Kecamatan Montong tak ketinggalan, dengan KDMP Pucangan yang baru-baru ini dikunjungi langsung oleh Menteri Koperasi.
Sementara itu, geliat koperasi juga tampak di Kecamatan Rengel, dengan Desa Rengel dan Prambonwetan yang sudah beroperasi. Di wilayah perkotaan, enam kelurahan di Tuban juga bergerak serentak, mulai dari Perbon, Latsari, Doromukti, Sukolilo, Baturetno, hingga Kutorejo.
Tidak kalah ramai, Kecamatan Palang kini memiliki empat koperasi aktif, termasuk di Karangagung yang sempat disorot Menteri. Terakhir, Kecamatan Widang juga mencatat dua desa, yakni Tegalrejo dan Ngadirejo, yang sudah siap jalan.
Kepala Diskopumdag Kabupaten Tuban, Gunadi, menegaskan keberadaan 19 KDMP ini adalah kebanggaan tersendiri bagi daerah. Pasalnya, dari tahap sosialisasi hingga pembinaan, koperasi-koperasi tersebut berhasil mempercepat proses legalitas dan kini sudah bisa mengakses permodalan.
“Dengan adanya pelayanan NIB yang kita fasilitasi di Gedung Korpri, banyak koperasi bisa langsung mengurus izin. Sekarang tinggal bagaimana mereka memanfaatkan akses modal dan mengembangkan usaha,” katanya.
Gunadi menambahkan, 19 koperasi yang sudah beroperasi ini akan dijadikan contoh untuk mempercepat percepatan di desa-desa lainnya. Dengan target besar, seluruh 328 desa dan kelurahan di Tuban diharapkan bisa memiliki KDMP yang aktif hingga akhir 2025.
“Kalau 19 koperasi ini sukses, maka desa lain akan ikut bergerak. Dan pada akhirnya, KDMP benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi dari desa untuk desa,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








