2 Kali Dilanda Banjir, Pemkab Kediri Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Penanggulangan Bencana - Tugujatim.id

2 Kali Dilanda Banjir, Pemkab Kediri Gelar Apel dan Inspeksi Peralatan Penanggulangan Bencana

  • Bagikan
banjir. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Bupati Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengecek kesiapan peralatan untuk menghadapi bencana di Kediri. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Dua kali dilanda banjir dan tanah longsor, Pemkab Kediri lakukan apel siaga dan peralatan menghadapi bencana hidrometeorologi pada Kamis (27/01/2022). Acara yang digelar di lapangan Desa Paron, Kecamatan Ngasem, itu dipimpin langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Acara yang digelar sekitar pukul 09.00 itu dihadiri sekitar 150 tim dari berbagai relawan siaga bencana di Kabupaten Kediri. Hadir pula Kepala BPBD Kabupaten Kediri Slamet Turmudi, Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, dan Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Rully Eko Suryawan. Selain melakukan apel, Dhito, sapaan akrab bupati Kediri, melakukan inspeksi peralatan untuk menghadapi bencana.

Saat ditemui selesai apel, Dhito mengatakan, angin puting beliung dan banjir harus diwaspadai. Karena itu, dia mengatakan, setiap kecamatan harus memiliki gergaji mesin yang bisa mobile.

banjir. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Bupati Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat apel siaga dan sidak peralatan penanggulangan bencana. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

“Setiap kecamatan harus ada minimal 1 gergaji mesin, apakah kurang? Pasti kurang, ya minimal itu tindakan preventif kami,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan, saat ini beberapa titik harus diwaspadai yaitu daerah di wilayah pegunungan, seperti Gunung Kelud dan Gunung Wilis. Sebab, daerah itu jika terjadi hujan deras rawan longsor.

“Saya mengimbau masyarakat tetap waspada saat hujan deras, terutama di daerah Mojo, Ngancar, dan daerah lain yang rawan longsor,” tambahnya.

Dhito menambahkan, jalur evakuasi juga menjadi hal yang sangat penting. Dia memerintahkan jalur evakuasi yang rusak untuk segera diperbaiki.

“Saya juga sudah memerintahkan dinas PUPR dan dinas perkim untuk jalur evakuasi di Gunung Kelud diperhatikan, terutama di Desa Bedali dan Desa Sempu Kecamatan Ngancar, jangan sampai bencana terjadi dan evakuasi terhambat karena jalannya rusak,” ungkapnya.

banjir. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Hanindhito Himawan Pramana melihat kualitas peralatan untuk hadapi bencana.(Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Kediri Slamet Turmudi mengatakan, di Kabupaten Kediri ada beberapa ancaman bencana. Namun, yang paling besar adalah erupsi Gunung Kelud. Dia juga menambahkan, untuk ancaman tanah longsor ada beberapa titik yang diwaspadai.

“Kalau di Gunung Kelud di Kecamatan Plosoklaten dan Ngancar. Kalau di Gunung Wilis ada di Mojo dan Grogol yang kemarin terjadi di Kalipang,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk menghadapi ancaman erupsi Gunung Kelud, jalur evakuasi diperkirakan tahun ini sudah selesai diperbaiki untuk jalur dari Bedali menuju Wates. Sedangkan untuk bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Kalipang sudah diberi jari besi untuk menahan tanah.

“Sekilas kami lihat di Kelud kemarin sudah diperlebar, tahun ini sudah selesai,” ujarnya.

  • Bagikan