20 Tahun Berpisah, Anak yang 'Dibuang' Akhirnya Bertemu Orang Tuanya - Tugujatim.id

20 Tahun Berpisah, Anak yang ‘Dibuang’ Akhirnya Bertemu Orang Tuanya

  • Bagikan
Kati Pohler saat bersama kedua orangtua kandungnya, Fenxiang dan Lida. (Foto: BBC)
Kati Pohler saat bersama kedua orangtua kandungnya, Fenxiang dan Lida. (Foto: BBC)

CHINA, Tugujatim.id – Kisah seorang gadis asal China, Kati Pohler sempat menjadi sorotan media pada Desember tahun 2017 silam. Setelah 20 tahun ‘dibuang’ oleh kedua orang tuanya, Lida dan Fenxiang, ia akhirnya dipertemukan kembali. Cerita tersebut dikemas dalam video dokumenter yang digarap oleh BBC yang mengungkap sejarah kebijakan China dan kisah gadis Malang bernama Kati. Seperti apa ceritanya?

Berawal dari ketika usianya masih tiga hari, Kati Pohler ditinggalkan oleh orang tuanya di sebuah sudut pasar di Hangzhou, China. Orang tuanya yang bernama Lida dan Fenxiang, hanya meninggalkan catatan pada selembar kertas yang bertuliskan harapan untuk bertemu kembali dengan sang anak di sebuah jembatan terkenal di kota itu dalam 10 atau 20 tahun kemudian.

Setahun kemudian, bayi itu diadopsi oleh keluarga Ken Pohler dari Michigan, Amerika Serikat dari sebuah panti asuhan di Suzhou, China. Mereka pun membawa serta catatan tersebut.

Dilansir dari laman BBC Indonesia, selama puluhan tahun, China memberlakukan kebijakan satu anak. Tidak main-main, bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak, hukumannya denda uang yang mencekik, aborsi paksa, atau disteril.

Kati Pohler, gadis kecil yang dulu sempat 'dibuang' oleh kedua orang tuanya. (Foto: BBC)
Kati Pohler, gadis kecil yang dulu sempat ‘dibuang’ oleh kedua orang tuanya. (Foto: BBC)

Namun, pada tahun 1994, di luar kehendak, Fenxiang hamil anak kedua. Sebenarnya, Berusaha Lida dan Fenxiang berusaha merahasiakannya, tetapi keduanya bingung ketika dihadapkan pilihan-pilihan tersebut dan merasa berdosa apabila membunuh janinnya. Lida pun dihadapkan pada ketakutan dan kebingungan yang mencekam.

“Apabila kita tidak mampu membesarkannya, lebih baik kita melepaskannya,” terang Lida mencoba mengingat lagi ucapan yang tidak akan dia lupakan sepanjang hidupnya seperti dalam video yang dibuat BBC tahun 2017 silam.

Di sebuah pagi, hari ketiga setelah bayi itu lahir, keluarga miskin ini akhirnya memilih jalan untuk “melepaskan” sang bayi. Sebelum melakukan hal itu, Lida menyiapkan susunya, memeluknya, lalu ia menuju ke pasar. Sang ayah mencoba mengingat. “Saya ingat dia tidak menangis. Dia tertidur pulas.”

Lida melakukannya dengan penuh kasih sayang karena dia menyadari itu adalah pertemuan terakhir mereka. Bayi itu kemudian ditinggalkan di atas tumpukan barang di depan sebuah toko di sebuah pasar yang ada di Hangzhou, China.

Apakah saya lahir dari perutmu?

Ayah angkat Kati, Ken Pohler dan ibu angkatnya, Ruth Pohler. (Foto: BBC)
Ayah angkat Kati, Ken Pohler dan ibu angkatnya, Ruth Pohler. (Foto: BBC)

Ibu angkatnya, Ruth Pohler mengaku Kati kecil pernah menanyakan latar belakang keluarga kandungnya dalam sebuah percakapan. Ketika usianya menginjak lima tahun, misalnya, dia menanyakan siapa ibu kandungnya.

  • Bagikan