21 Kata Mutiara Karya Prie GS yang Patut Kita Kenang

  • Bagikan
Sosok Prie GS. (Foto: Twitter/Prie GS) tugu jatim, kata mutiara, budayawan
Sosok Prie GS. (Foto: Twitter/Prie GS)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Supriyanto GS atau lebih akrab dengan sebutan Prie GS lahir dan dibesarkan di Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Ia meninggal pada Jumat (12/02/2021) di usianya 57 tahun akibat serangan jantung.

Semasa hidupnya, sosok Prie GS dikenal sebagai seorang penulis, sosoknya juga dikenal sebagai kartunis, penyair, penulis, dan public speaker ini telah menerbitkan berbagai buku, di antaranya Nama Tuhan di Sebuah Kuis (2003), Merenung Sampai Mati (2004), Mari Menjadi Kampungan (2005), Waras di Zaman Edan (2013), Mendadak Haji (2016), dan masih banyak lagi.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Prie GS juga sering diundang sebagai pembicara, motivator, dan pengasuh acara-acara bertema budaya. Kemampuannya mengolah rasa adalah modal yang menjadikannya terus diminati.

Berikut kata-kata mutiara Prie GS, budayawan Indonesia

1. Kebencian memerosotkan hidup
2. Hidup ini lunak, maka bentuklah
3. Jika engkau perempuan tak cantik dan engkau lelaki tak ganteng, bersyukurlah karena engkau diam-diam dihindarkan dari godaan pemberhalaan tubuh
4. Puncak pendidikan adalah adab
5. Koran dan televisi telah kalah hampir segalanya dari media sosial. Harta karun yang tersisa tinggal satu: integritas
6. Semua pekerjaan adalah tugas suci. Bahkan nguras WC sekalipun
7. Tetaplah ramah walau risikonya orang yang kau sangka tersenyum kepadamu itu ternyata tersenyum pada yang di belakangmu
8. Bagaimana melatih jam terbang? Terbanglah dulu agar punya jam
9. Baper itu karena perasaan dibiarkan terlalu maju di depan akal
10. Puncak prestasi adalah kerendahan hati
11. Bernyanyilah seolah-olah suaramu merdu
12. Terlalu cepat share, terlalu cepat berkomentar dan… salah! Itulah ejakulasi dini sosial
13. Satu-satunya yang boleh membuatnu kecanduan adalah: kebaikan
14. Tak perlu buru-buru. Kalau sudah jatahmu, tak akan keliru
15. Jika sedang buru-buru, diamlah

Tentang pernikahan

1. Pesta nikahmu tak perlu mewah. Tapi cintamu harus megah
2. Nikah bukanlah pesta tapi apakah seseorang benar-benar menemukan pasangan sebenarnya.
3. Nikah mungkin tak seindah pacaran. Tapi seindah-indah pacaran tak setenteram nikah
4. Pacar itu indah, istri itu tenteram. Tetapi keindahan yang tak tenteram ia tak indah lagi
5. Memberi nama anak tak perlu terlalu pajang kalau pada akhirnya panggilan untuknya begitu hemat
6. Jangan ganggu istrimu kalau sedang nonton drama Korea.

(Mila Arinda/gg)

  • Bagikan