BOJONEGORO, Tugujatim.id – Sebanyak 24 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Puluhan peserta itu berebut lima kursi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang saat ini masih kosong.
Lima Jabatan Strategis dibuka Pemkab Bojonegoro
Lima jabatan strategis yang dibuka meliputi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop UM), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo).
Berdasarkan data pendaftaran, posisi Kepala Satpol PP dan Kepala Brida menjadi formasi paling diminati. Masing-masing jabatan diperebutkan enam peserta dari berbagai instansi, baik internal Pemkab Bojonegoro maupun kementerian.
Jabatan Kepala Satpol PP Jadi Incaran ASN
Minat tinggi terhadap posisi Kepala Satpol PP dinilai tidak lepas dari peran strategis OPD tersebut dalam penegakan peraturan daerah, ketertiban umum, hingga pengamanan kebijakan pemerintah daerah. Selain itu, tantangan penanganan ketenteraman masyarakat dan pengawasan aktivitas publik juga menjadi perhatian tersendiri.
Sementara itu, posisi Kepala Brida turut menarik banyak pelamar karena memiliki peran penting dalam penguatan riset dan inovasi daerah. Brida dinilai menjadi salah satu OPD kunci untuk mendukung pembangunan berbasis data dan pengembangan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Jabatan Kepala Disdagkop UM diikuti lima peserta. Jabatan ini dianggap strategis karena berkaitan langsung dengan pengembangan sektor perdagangan, koperasi, dan pelaku usaha mikro di Bojonegoro,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, Hari Kristianto.
Baca Juga : Pemkab Gelar Bimtek untuk Tingkatkan SDM Teknologi Informasi OPD Bojonegoro
Di tengah tantangan ekonomi dan perkembangan digitalisasi usaha, kepala dinas yang nantinya terpilih diharapkan mampu menghadirkan inovasi kebijakan untuk memperkuat daya saing UMKM lokal serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sedangkan jabatan Kepala Pelaksana BPBD diperebutkan empat peserta. Posisi tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam penanganan bencana, mitigasi risiko, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam maupun nonalam di wilayah Bojonegoro.
Adapun posisi Kepala Dinkominfo juga diikuti empat kandidat. OPD tersebut saat ini memegang peran penting dalam mendukung transformasi digital pemerintahan, pengelolaan informasi publik, penguatan sistem komunikasi pemerintah daerah, hingga pengembangan layanan berbasis elektronik.
Lanjut Hari, seluruh peserta yang telah mendaftar akan menjalani sejumlah tahapan seleksi mulai pekan depan. “Seluruh peserta yang mendaftar akan dilakukan penilaian administrasi dan rekam jejak. Kemudian hasilnya diumumkan sesuai jadwal yang telah ditentukan,”ujarnya.
Proses Seleksi Targetkan Rampung Akhir Juni
Setelah lolos tahapan administrasi, peserta diwajibkan menyusun makalah dan mempresentasikan gagasan sesuai jabatan yang dilamar. Selain itu, panitia seleksi juga akan menggelar assessment center guna mengukur kompetensi manajerial serta sosial kultural peserta.
Tahapan berikutnya berupa wawancara akhir dan uji kompetensi bidang yang dijadwalkan berlangsung pada awal Juni 2026. Dari seluruh peserta, nantinya akan dipilih tiga kandidat terbaik untuk masing-masing jabatan sebelum diserahkan kepada Bupati Bojonegoro sebagai bahan pertimbangan penentuan pejabat definitif.
Pemkab Bojonegoro menargetkan seluruh proses seleksi rampung pada akhir Juni 2026. Melalui seleksi terbuka tersebut, pemerintah daerah berharap dapat menghasilkan pimpinan OPD yang profesional, berintegritas. “Dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pembangunan daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Lizza Arnofia Choirunisa
Editor: Mochamad Abdurrochim








