JEMBER, Tugujatim.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember memberikan peringatan keras kepada penyedia jasa konstruksi pemenang tender agar tidak menunda-nunda eksekusi pembangunan infrastruktur jalan dari anggaran daerah 2025.
Tekanan ini muncul mengingat mayoritas pelaksanaan baru akan dimulai di penghujung tahun, padahal intensitas hujan sudah semakin tinggi.
Anggota Komisi C DPRD Jember Agung Budiman mengkritik pola penundaan yang terjadi berkali-kali tiap tahunnya karena dapat merusak standar pembangunan dan pada akhirnya membebani warga.
Baca Juga: 24 Institusi Gunakan Teknologi Berbasis Nuklir, DPRD Jember Minta Pengawasan Diperkuat
“Kami berharap pihak penyedia jasa yang telah mengantongi kontrak untuk langsung mengeksekusi pekerjaannya, mengingat musim hujan sudah tiba. Hindari penundaan yang bisa membuat proyek terbengkalai dengan output yang jauh dari optimal,” kata Agung saat dihubungi Tugujatim.id, Senin (13/10/2025).
Agung mengungkapkan, ada sekitar 27 paket pembangunan jalan yang telah melewati tahap tender dan siap dieksekusi. Karena itu, Komisi C menghendaki dinas pekerjaan umum bina marga serta sumber daya air untuk segera menginstruksikan semua penyedia jasa agar langsung bekerja di lokasi proyek.
Dia menegaskan, tradisi mengawali proyek di penghujung tahun wajib dihentikan karena berpengaruh terhadap kualitas output pembangunan.
“Idealnya pelaksanaan dimulai sejak awal tahun. Durasi pengerjaan lebih panjang, kondisi iklim lebih stabil, dan tentunya output lebih baik. Bila dikerjakan mendekati akhir tahun, hasilnya kerap mengecewakan,” imbuh politikus Golkar tersebut.
Di samping itu, Agung juga menekankan pentingnya sanksi tegas bagi penyedia jasa yang menghasilkan pengerjaan di bawah standar agar tidak diikutsertakan dalam tender mendatang. Dia mendesak agar kontraktor bermasalah dimasukkan ke dalam daftar hitam.
“Apabila ada penyedia jasa yang tidak melaksanakan pengerjaan sesuai ketentuan, sebaiknya langsung dimasukkan daftar hitam. Agar pembangunan daerah tidak lagi ditangani kontraktor berkualitas rendah,” tandasnya.
Dinas PU Jamin Pelaksanaan Proyek sesuai SOP
Plt Kepala Cipta Karya Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Jember Arief Liyantono menjamin semua tahapan pelaksanaan proyek akan mengikuti regulasi dan prosedur teknis yang ditetapkan, meski cuaca hujan menjadi kendala tersendiri.
“Dalam kondisi hujan seperti saat ini, sudah pasti pengerjaan tidak bisa dilaksanakan. Kami tetap berpegang pada prosedur kerja yang ada, disesuaikan dengan kondisi iklim,” ungkap Arief.
Dia menjelaskan, saat ini semua pemenang tender telah menyelesaikan tahap administratif dan tengah dalam proses evaluasi serta penyesuaian timeline pelaksanaan. Guna memastikan standar kualitas terpenuhi, pihaknya mengawal langsung di lapangan sejak fase awal, didukung oleh konsultan pengawas independen.
“Kami mendampingi menyeluruh mulai dari berkas administrasi sampai realisasi fisik. Setiap fase akan dimonitor ketat oleh tim teknis dan konsultan,” paparnya.
Arief menambahkan, dari keseluruhan proyek jalan yang dilelang tahun ini, terdapat 27 paket untuk pembangunan utama, ditambah sekitar 38 paket tambahan lewat mekanisme pemilihan langsung yang tersebar di 31 kecamatan se-Kabupaten Jember.
Dengan waktu tersisa sekitar dua bulan sebelum tahun berakhir, dinas PU mengharapkan seluruh penyedia jasa dapat bekerja secara produktif sambil mempertahankan standar kualitas pembangunan, tanpa mengorbankan mutu demi mengejar batas waktu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








