KOTA MALANG, Tugujatim.id – 24 Tim Domino siap beradu strategi pada Kejurcab Malang Orado Cup 2026.
Kejurcab Kota Malang Orado Cup 2026 bakal digelar di Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu (29/3/2026). Setiap tim siap memperebutkan thropy juara di Kota Malang.
Pengurus Cabang Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kota Malang menggelar Technical Meeting (TM) bersama peserta pada Sabtu (28/32026).
Berikut daftar tim domino yang akan bertanding pada Malang Orado Cup 2026:
Ketua Pelaksana Kejurcab Orado Kota Malang, Rofif Amrullah menyatakan, antusiasme masyarakat terhadap Olahraga Domino sangat luar biasa. Meski waktu persiapan tergolong mepet, jumlah peserta melampaui target awal.

Foto: M. Sholeh
“Antusiasme cukup ramai. Peserta total ada 24 tim, padahal target awal kita hanya 16 tim,” ujar Rofif saat ditemui di sela agenda TM.
Menurutnya, domino sering kali identik dengan aktivitas di pos kamling atau bahkan stigma negatif seperti judi. Melalui Orado, olahraga ini diarahkan menjadi olahraga profesional dengan aturan main yang baku dan transparan.
Rofif menegaskan bahwa tujuan utama ajang ini adalah mencari bibit atlet untuk mewakili Kota Malang di level yang lebih tinggi, mulai dari Kejurcab, Kejurprov, hingga Kejurnas.
“Kami ingin membuat Orado makin profesional dan benar-benar mencetak atlet. Jadi bukan hanya sekadar main di pinggir jalan, tapi benar-benar olahraga yang terukur,” terangnya.
Ketua Komisi Wasit Orado Kota Malang Anang Setiawan menyebutkan bahwa tantangan utama saat ini adalah mengedukasi masyarakat mengenai aturan penilaian atau scoring yang berbeda dengan main gaple biasa.
“Kalau teknis permainan, hampir semua sudah paham. Tapi ketika menjadi cabor, ada aturan penilaian dan sanksi pelanggaran yang harus ditekankan agar peserta paham standar profesionalnya,” jelas Anang.
Anang menambahkan, Pengcab Orado Kota Malang telah membuatkan detil peraturan yang dapat menjadi pegangan bagi para peserta. Mereka dapat mempelajari aturan tersebut sehingga kompetisi bisa berjalan lancar dan objektif.
“Semua peraturan kami jelaskan di TM, agar peserta dapat memahami secara detil dan pertandingan nanti berjalan objektif,” sambung Anang.
Peserta Malang Orado Cup, Fajrus Sidiq dari tim Serikat Jaya 1 menyebut, kompetisi ini menjadi hiburan bagi para pemain domino yang selama ini aktif di pos-pos ronda dan warung kopi.
Profesionalitas dan perkembangan teknologi Orado menurut Fajrus, menjauhkan permainan domino dari unsur perjudian.
“Kompetisi ini menurut kami adalah hiburan. Kami yakin Orado bisa berkembang dan diterima masyarakat sebagai hiburan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M. Sholeh
Editor: Darmadi Sasongko








