TUBAN, Tugujatim.id – Kuota calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tuban pada 2026 mengalami pengurangan di detik-detik akhir jelang keberangkatan. Dari total 1.636 jemaah yang sebelumnya siap berangkat, tiga CJH Tuban dipastikan batal berangkat sehingga jumlah akhir menjadi 1.633.
Perubahan ini terjadi setelah adanya kondisi yang tidak memungkinkan bagi sejumlah CJH Tuban untuk melanjutkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Baca Juga: 1.636 Calon Jemaah Haji Tuban Mulai Diberangkatkan Bertahap Akhir April
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tuban Abd Ghofur menjelaskan, pembatalan tersebut disebabkan faktor kesehatan hingga meninggal dunia.
“Ada yang meninggal dunia dan ada yang sakit permanen sehingga tidak memenuhi syarat untuk berangkat,” ujarnya.
Ghofur menegaskan, tiga kursi yang kosong tersebut tidak bisa diisi oleh pengganti. Padahal, sebelumnya sempat ada peluang pelimpahan kepada ahli waris. Namun, proses tersebut tidak dapat dilakukan karena keterbatasan waktu.
“Memang sempat ada opsi pelimpahan, tapi karena proses visa sudah mendekati penutupan, akhirnya tidak memungkinkan,” jelasnya.
Menurut dia, pelimpahan porsi haji bukan proses yang sederhana. Ada sejumlah tahapan administratif yang harus dilalui, mulai dari pengajuan berkas, verifikasi, hingga proses biometrik, atau bio visa. Seluruh rangkaian tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Visa Mendekati Penutupan Jadi Tak Bisa Diganti
Sementara itu, saat kondisi mendesak seperti saat ini, waktu menjadi kendala utama. Apalagi proses penerbitan visa sudah memasuki tahap akhir atau menjelang penutupan.
“Karena visa sudah mau close, jadi tidak bisa dilakukan penggantian,” imbuhnya.
Data terbaru ini telah masuk dalam pra-manifest keberangkatan yang menjadi acuan final dalam penentuan jumlah jemaah yang akan diberangkatkan. Meski terjadi pengurangan, Ghofur memastikan tidak ada perubahan signifikan dalam jadwal keberangkatan maupun pembagian kloter.
Dia menyebut, kekosongan kuota tersebut nantinya akan menjadi kewenangan embarkasi untuk diisi dari daerah penyangga lain, seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, maupun Mojokerto.
Baca Juga: Kala 164 CJH Manasik Haji 4 Hari di Ponpes Riyadlul Jannah Mojokerto
Di sisi lain, pihaknya mengingatkan seluruh CJH Tuban yang akan berangkat agar lebih fokus mempersiapkan diri, terutama dari sisi kesehatan. Mengingat ibadah haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik yang prima.
“Kami harap jemaah menjaga kondisi tubuh. Karena ibadah haji ini membutuhkan stamina yang kuat,” tegasnya.
Dengan jumlah 1.633 jemaah yang siap berangkat, CJH Tuban kini tinggal menunggu jadwal keberangkatan pada akhir April. Di tengah berbagai dinamika menjelang keberangkatan, kesiapan fisik dan mental menjadi kunci utama agar ibadah dapat dijalankan dengan lancar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








