MOJOKERTO, Tugujatim.id – Krisis air bersih yang dialami tiga desa di Kabupaten Mojokerto, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Pengajuan bantuan tersebut imbas dari minimnya anggaran untuk dropping air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, tiga desa terdampak krisis air bersih membutuhkan dropping yang cukup. Sebelumnya, Pemkab Mojokerto bahkan telah melakukan dropping sejak awal Juli 2024.
“Dropping (air bersih) sudah berjalan. Jatah dropping 10 tangki per hari. Kami sudah bersurat secara resmi ke Pemprov Jatim karena jatah dropping hingga 3 Agustus saja,” ujar Khakim, Jumat (02/08/2024).
Baca Juga: Wakil Presiden Terpilih Gibran Pilih Hadiri Upacara 17 Agustus HUT Ke-79 RI di Jakarta
Pengajuan bantuan ke Pemprov Jatim diharapkan dapat segera mendapat respons. Sebab, dropping terancam terhenti pekan depan karena terbatasnya anggaran.
“Maka kami lakukan langkah tersebut. Harapan kami, pemprov bisa memberi respons positif atas tiga desa yang terkena dampak kekeringan tersebut,” ujar Khakim.
Pemkab Mojokerto sebelumnya telah melayangkan permohonan bantuan pada pertengahan Juli lalu. Andai permohonan bantuan mendapat persetujuan, Pemkab Mojokerto mendapat tambahan suplai air bersih hingga 1,5 bulan ke depan.
“Dengan catatan bila permohonan mendapat kata setuju,” sambung Khakim.
Seperti diketahui, krisis air bersih di Kunjorowesi, Ngoro, dialami oleh 1.558 kepala keluarga (KK) atau sejumlah 4.937 orang. Lalu, sejumlah 597 KK atau 1.861 orang di Manduro Manggung Gajah, Ngoro, mengalami hal serupa seperti di Kunjorowesi. Disusul, krisis air bersih dialami oleh 483 KK atau 1.522 orang di Duyung, Trawas.
Baca Juga: Siswa Indonesia Torehkan Prestasi di Olimpiade Fisika Internasional 2024 di Iran, Satu Asal Malang
Sebagai upaya penanganan, Pemkab Mojokerto meneken Status Darurat Siaga Bencana Kekeringan dan Karhutla yang berlaku sejak 19 Juni lalu hingga 15 November 2024. Pemkab Mojokerto juga melakukan dropping air bersih sejak 1 Juli 2024.
“Dropping 10 tangki setiap hari dengan kapasitas 4.000 liter per tangki. Jatah 4 tangki air bersih per hari untuk Kunjorowesi, lalu jatah sejumlah 3 tangki per hari untuk Manduro Manggung Gajah dan Duyung,” beber Khakim.
Rencananya, dropping air bersih berlangsung hingga 3 Agustus 2024.
“Jatahnya dropping setiap pagi dan siang, per hari 10 tangki,” urai Khakim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








