• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Krisis air bersih.

Warga terdampak krisis air bersih di Mojokerto mengantre giliran mengambil air. (Foto: Kominfo)

3 Desa di Mojokerto Krisis Air Bersih, Anggaran Minim Butuh Bantuan Pemprov Jatim

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Krisis air bersih yang dialami tiga desa di Kabupaten Mojokerto, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Pengajuan bantuan tersebut imbas dari minimnya anggaran untuk dropping air bersih.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, tiga desa terdampak krisis air bersih membutuhkan dropping yang cukup. Sebelumnya, Pemkab Mojokerto bahkan telah melakukan dropping sejak awal Juli 2024.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

“Dropping (air bersih) sudah berjalan. Jatah dropping 10 tangki per hari. Kami sudah bersurat secara resmi ke Pemprov Jatim karena jatah dropping hingga 3 Agustus saja,” ujar Khakim, Jumat (02/08/2024).

Baca Juga: Wakil Presiden Terpilih Gibran Pilih Hadiri Upacara 17 Agustus HUT Ke-79 RI di Jakarta

Pengajuan bantuan ke Pemprov Jatim diharapkan dapat segera mendapat respons. Sebab, dropping terancam terhenti pekan depan karena terbatasnya anggaran.

“Maka kami lakukan langkah tersebut. Harapan kami, pemprov bisa memberi respons positif atas tiga desa yang terkena dampak kekeringan tersebut,” ujar Khakim.

Pemkab Mojokerto sebelumnya telah melayangkan permohonan bantuan pada pertengahan Juli lalu. Andai permohonan bantuan mendapat persetujuan, Pemkab Mojokerto mendapat tambahan suplai air bersih hingga 1,5 bulan ke depan.

“Dengan catatan bila permohonan mendapat kata setuju,” sambung Khakim.

Seperti diketahui, krisis air bersih di Kunjorowesi, Ngoro, dialami oleh 1.558 kepala keluarga (KK) atau sejumlah 4.937 orang. Lalu, sejumlah 597 KK atau 1.861 orang di Manduro Manggung Gajah, Ngoro, mengalami hal serupa seperti di Kunjorowesi. Disusul, krisis air bersih dialami oleh 483 KK atau 1.522 orang di Duyung, Trawas.

Baca Juga: Siswa Indonesia Torehkan Prestasi di Olimpiade Fisika Internasional 2024 di Iran, Satu Asal Malang

Sebagai upaya penanganan, Pemkab Mojokerto meneken Status Darurat Siaga Bencana Kekeringan dan Karhutla yang berlaku sejak 19 Juni lalu hingga 15 November 2024. Pemkab Mojokerto juga melakukan dropping air bersih sejak 1 Juli 2024.

“Dropping 10 tangki setiap hari dengan kapasitas 4.000 liter per tangki. Jatah 4 tangki air bersih per hari untuk Kunjorowesi, lalu jatah sejumlah 3 tangki per hari untuk Manduro Manggung Gajah dan Duyung,” beber Khakim.

Rencananya, dropping air bersih berlangsung hingga 3 Agustus 2024.

“Jatahnya dropping setiap pagi dan siang, per hari 10 tangki,” urai Khakim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Mojokerto hari iniBerita krisis air bersihBPBD Kabupaten MojokertoKabupaten Mojokerto hari iniMojokerto krisis air bersih
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Marc Klok Foundation.

Marc Klok Foundation Luncurkan Jersey GOL KITA di Block Fest 2024, Laba Penjualan Didonasikan untuk Masyarakat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID