• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bagus Muljadi.

Bagus Muljadi, Asisten Profesor Universitas Nottingham Inggris, menjelaskan soal kecerdasan harus dibiasakan karena kebodohan senantiasa berlalu lalang. (Foto: Tangkapan layar YouTube @bagusmuladi)

3 Rahasia Meramu Obat Dungu ala Bagus Muljadi, Asisten Profesor Universitas Nottingham Inggris

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Bagus Muljadi jadi salah satu intelektual muda Indonesia yang sukses dalam bidang akademik dengan segala dinamika yang dia lewati saat bersamaan. Dia tanpa henti berusaha mencari solusi dan kelebihan dalam dirinya.

Dalam podcast bersama Gita Wirjawan, dia bercerita tentang lika-liku perjalanannya hingga mendapatkan gelar doktor dan menjadi Asisten Profesor Universitas Nottingham.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Baca Juga: Ribuan Massa Demo di Depan DPRD Jember, Kawal Putusan MK dan Tolak RUU Pilkada

Ada satu garis besar dalam pembahasan dalam podcast tersebut, yaitu ketika mendapati kesempatan yang kurang memuaskan ketika muda, maka kita harus lebih giat untuk bangkit dan menggali potensi diri. Berusahalah survive dalam kondisi apa pun dan tetap terapkan integritas tinggi dan jadilah inisiator di tempat kamu berpijak.

Berikut adalah beberapa hal yang harus dipahami agar terjaga dari sifat dungu/kebodohan. Simak tips dan rahasianya!

1. Jangan Jadikan Medsos sebagai Rujukan

Bagus Muljadi mengatakan, sepertiga informasi masyarakat dapatkan melalui media sosial. Medsos menjadi rujukan untuk menentukan pilihan.

“Sepertiga dari masyarakat mengaku, informasi yang mereka dapatkan melalui medsos, menjadi rujukan dalam menentukan pilihan, bahkan mengubah pilihannya,” ujarnya.

Namun, ada sebuah penelitian mengatakan bahwa medsos bisa menyebar berita kebohongan, enam kali lebih cepat daripada berita fakta. Sensasi bagai candu didorong oleh algoritma yang diciptakan untuk memaksimalkan keuntungan.

Bahkan, ketua PBNU bidang fatwa mengatakan, ada banyak komunitas yang tugasnya membuat berita palsu bayaran. Sebab, berita palsu lebih mudah untuk dibuat dan sangat menarik perhatian.

Hal ini yang menjadi fakta dan pengetahuan dikucilkan karena masyarakat alergi akan teori serta mudahnya opini kebodohan dibentuk adalah gejala dari penyakit intelektual yang harus dicari obatnya. Kalau tidak masa depan Indonesia akan berada di tangan segelintir perusahaan-perusahaan teknologi informasi dan AI.

2. Waspadai Kebohongan yang Menyamar sebagai Kebenaran

Post Turth adalah kebohongan yang menyamar sebagai kebenaran. Kini menjadi sebuah anekdot populer yang merujuk kepada sebuah era di mana fakta objektif memiliki pengaruh yang jauh lebih kecil dalam membentuk opini dan keyakinan publik, dibandingkan emosi dan sensasi.

Ketika model terbaru untuk menarik perhatian adalah lelucon dan ketakutan, berpotensi akan lebih melandasi tindakan kita dibandingkan pengetahuan. Dengan adanya itu semua akan membawa dampak besar yakni demokrasi akan kehilangan fungsinya. Maraknya pemimpin-pemimpin politisi yang terpilih lewat lelucon dan kampanye ketakutan, adalah gejala membodohi rakyat agar kekuasaan terus terjaga.

Baca Juga: Poster-Poster Mewarnai Aksi Unjuk Rasa di Jember, Massa Protes Putusan MK dan RUU Pilkada Baleg DPR RI

3. Peka terhadap Lingkungan Sosial

Bagus Muljadi juga mengatakan dengan tegas anak-anak muda apa bisa merangkai kata-kata untuk menggambarkan emosi.

“Kita patut melihat, apakah di sekeliling kita, hikmah lebih bising daripada lelucon. Apakah anak-anak muda kita masih mampu berpakaian santun atau hanya bisa bercanda. Apakah mereka bisa merangkai kata-kata yang tepat untuk menggambarkan emosi atau hanya bersandar pada emoji,” ujarnya.

Dalam narasinya, Bagus Muljadi menekankan bahwa jika rakyat tidak mengerti dasar-dasar prinsip ekonomi, maka ada pemilihan pun sia-sia. Siapa yang menjanjikan subsidi dan komoditas gratis, pasti akan selalu dipilih. Hal ini tidak akan pernah terjadi jika masyarakat membayangkan dari mana uang itu berasal.

Dari hal tersebut akan muncul, bagaimana dia memiliki nilai dan akan tertarik mendengarkan konsep kandidat yang akan dipilihnya, akan lebih dari hal-hal omong kosong, atau dilihat dari potongan rambut.

Maka dari itu, dalam lingkup universitas mahasiswa diajarkan menemukan passion berdasarkan performa akademik. Para akademisi diajarkan tentang integritas lewat praktik kelas, hal tersebut akan menjadi ruh penyokong kehidupan berbangsa yang bermartabat.

Di akhir narasinya, Bagus Muljadi mengatakan akademisi harus bersuara lantang dan keahliannya harus berkontribusi untuk negara-negara besar.

“Akademisi harus tetap lantang bersuara dan keahlian harus menjadi bagian integral dalam pemerintahan di negara-negara besar. Riset dan akademisi selalu dijadikan landasan kebijakan,” katanya.

Minimal ada insentif untuk mengintegrasikan akademisi harus bersuara ketika krisis terjadi, memberikan jawaban pada masyarakat yang bertanya, dan kebebasannya harus dilindungi 100%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Ahmad Farhan Faiz/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: bagus muljadi adalahmengenal bagus muljadiTips Bagus Muljadi
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
KB suntik.

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UM Teliti Efek Samping Kenaikan Berat Badan KB Suntik di Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID