33 Sapi di Kota Batu Diduga Terjangkit Virus PMK - Tugujatim.id

33 Sapi di Kota Batu Diduga Terjangkit Virus PMK

  • Bagikan
Terjangkit virus PMK. (Foto: Istimewa/Tugu Jatim)
Petugas saat melakukan tes swab atau mengambil serum terhadap sapi yang diduga terjangkit virus PMK di Dusun Tegalsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (11/05/2022). (Foto: Istimewa)

BATU, Tugujatim.id – Ada indikasi sapi di Kota Batu terjangkit virus PMK. Hal ini diketahui karena merebaknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) di 4 kabupaten di Jatim. Hal itu membuat Kota Batu mewaspadainya. Bahkan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu bergerak cepat melakukan pencegahan dengan melakukan pengambilan swab pada hewan ternak yang diduga terjangkit virus PMK.

Berdasarkan hasil yang diperoleh, ada 33 ekor sapi di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, yang diduga terjangkit virus PMK. Saat ini sampel serumnya tengah diteliti di Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta.

”Namun belum bisa dipastikan hasilnya positif atau tidak. Nanti Kamis (12/05/2022), hasilnya baru keluar,” kata Kepala DPKP Sugeng Pramono pada Rabu (11/05/2022).

Sugeng mengatakan, temuan terjangkit virus PMK ini didasarkan pada laporan peternak terkait sejumlah hewan yang terindikasi kena penyakit. Laporan masuk pada 6 Mei 2022 dan langsung ditindaklanjuti untuk diambil sampelnya.

Terjangkit virus PMK. (Foto: Istimewa/Tugu Jatim)
Sapi-sapi yang usai dites swab di Dusun Tegalsari, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (11/05/2022). (Foto: Istimewa)

Kasus wabah PMK sendiri pernah ada pada sekira 30 tahun lebih yang lalu dan dinyatakan sudah hilang pada sekitar 1990-an. Namun belakangan, kasus ini mencuat kembali. Di Jawa Timur, sudah ada 1.600 ekor sapi dilaporkan terserang wabah PMK.

Usai memeriksa sejumlah ternak, pihak DPKP Kota Batu juga lansung bergerak cepat melakukan penyemprotan kandang hingga pemberian vitamin dan antibiotik.

Pihaknya tengah melakukan mitigasi atas kejadian ini. Sejumlah kandang ternak, khususnya di Desa Sumbergondo juga telah dilokalisasi. Sebagai data, jumlah sapi perah di Sumbergondo ada sebanyak 343 ekor dan sapi potong sebanyak 104 ekor.

”Kami sudah laporan ke Gubernur dan Kementerian Pertanian. Sementara ini, 33 ekor sapi itu suspect dan masih diteliti. Saat ini kami bangun posko juga di desa,” ungkapnya.

Menurut Sugeng, masyarakat diharapkan tidak panik dengan wabah ini karena tidak menular ke manusia. Dia mengimbau jika ada hewan ternak yang mengalami gejala PMK seperti kuku sakit atau mulut berliur segera melapor ke dinas.

Untuk tanda klinis lain penyakit PMK di antaranya demam tinggi, mulai 39-41 derajat Celcius, lalu keluar lendir berlebihan dari mulut hewan ternak dan berbusa.

Selain itu, ada luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, nafas cepat, produksi susu turun drastis, dan menjadi kurus.

Dia mengimbau masyarakat sementara tidak mengirim atau menerima hewan ternak dari luar daerah untuk kota untuk meminimalisasi potensi penyebaran.

”Masyarakat tidak perlu panik karena daging sapi atau susu selama diolah dengan baik, masih bisa dikonsumsi,” tegasnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan