KEDIRI, Tugujatim.id – Lahan pertanian padi di Kediri belum sepenuhnya terlindungi dari ancaman gagal panen. Ada setidaknya 35 ribu hektare lahan pertanian belum terdaftar asuransi pertanian.
Kasi Budidaya dan Perbenihan Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Rini Pudiastuti, mengungkapkan dari total 43 ribu hektar lahan tanaman padi di Kediri hanya 9 ribu hektare yang sudah terdaftar asuransi dari ancaman kegagalan panen.
“Sekitar 20 persen yang sudah daftar Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP),” ungkapnya.
Rini mengungkapkan program asuransi dari pemerintan pusat tersebut bekerja sama dengan perusahaan Jasindo sudah 4 tahun berjalan. Hal tersebut akan memberikan jaminan kepada petani yang mengalami kegagalan panen. Misalnya, akibat serangan hama, banjir, tanah longsor dan kekeringan.
“Jika petani terkena bencana akan mendapat jaminan sebesar Rp 6 juta per hektare. Lumayan petani bisa olah lahan lagi dan tanam lagi,” tambahnya.
Rini menambahkan bahwa saat ini daerah yang sudah mendaftar yaitu Kecamatan Semen. Memang daerah tersebut menjadi daerah yang rawan kekeringan.
“Mereka (petani Kecamatan Semen) mendaftarkan dirinya,” ujar Rini.
Dalam asuransi tersebut premi yang harus dibayar petani sebesar Rp 180 ribu perbulan di setiap satu hektare lahan. Namun, saat ini 80 persen masih ditanggung pemerintah pusat.
“Petani kalau mendaftar hanya membayar Rp 35 ribu,” tambahnya.
Saat ini dia masih terus melakukan sosialisasi untuk petani yang belum mendaftarkan lahannya, agar petani ada jaminan ketika terjadi bencana.
“Kemarin Pak Bupati juga memerintahkan untuk petani Kediri didaftarkan asuransi, nanti kekurangan Rp 35 ribu ditanggung Pemkab. Namun, sekarang masih terkendala regulasi dan masih dalam proses,” pungkas Rini.








