• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi hubungan asmara dan alasan kenapa seseorang melakukan ghosting. (Foto: Unspash)

Ilustrasi hubungan asmara dan alasan kenapa seseorang melakukan ghosting. (Foto: Unspash)

Wajib Dipahami, Ini 4 Alasan Kenapa Seseorang Melakukan ‘Ghosting’

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Pendidikan, Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Setelah berita soal Kaesang dan Felicia ramai menjadi perbincangan di media sosial. Istilah ‘ghosting’ ramai dicari oleh para warga net. Ghosting merupakan istilah yang pada tahun 2020 lalu dinobatkan sebagai salah satu kata paling banyak dicari.

Arti ghosting sendiri atau ‘nge-ghosting’ ialah perilaku seseorang lawan jenis yang diyakini peduli, baik itu teman atau seseorang yang pernah berkenalan secara mendalam lalu menghilang dari kontak tanpa penjelasan sama sekali (tanpa ada panggilan telepon, email, bahkan sekedar basa basi melalui WhatsApp).

You might also like

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

20/07/2026 3:00 PM

Dilansir dari healthline, pada tahun 2018, sekitar 25 persen orang di dunia telah melakukan ghosting di beberapa titik. Salah satu faktor berpengaruh karena munculnya komunikasi aplikasi perkenalan populer seperti Grindr, Tinder, Bumble, Me Chat, dan yang lain sehingga membuat lebih mudah untuk memutus koneksi secara cepat dengan seseorang yang baru saja ditemui.

Ghosting merupakan fenomena kompleks, yang terkadang cukup menyakitkan pada lawan pasangan, sebab ketika sudah berharap lebih namun ditinggalkan begitu saja. Berikut, beberapa alasan hal yang harus diketahui agar bisa terhindar dari hal ini.

1. Ketakutan

Ketakutan atau khawatir akan sesuatu yang belum terjadi selalu tertanam dalam diri manusia. Seseorang mungkin memutuskan untuk mengakhirinya karena takut mengenal seseorang yang baru  takut untuk mengalami sakit yang sama jika terlalu dalam mencintai orang lain.

2. Tidak Nyaman 

Dari awal perkenalan mungkin sudah terjadi ketidakharmonisan hubungan. Mulai dari ketidakcocokan sifat, tidak nyambung saat melakukan komunikasi atau tidak memiliki hobi yang sama. Semua hal itu pada akhirnya berujung tidak nyaman. Jika sudah merasa tidak nyaman sejak awal, lebih baik segera diputuskan tidak berlanjut, daripada di-ghosting oleh orang lain.

Seseorang jika sudah melakukan hubungan lalu tiba-tiba menghilang, itu bisa jadi karena mereka tidak merasakan romantis, terlalu sibuk untuk berkomitmen untuk tetap berhubungan biasa, atau bisa jadi belum siap untuk langkah selanjutnya.

3. Status Hubungan 

Hubungan yang sejak awal berstatus sebagai teman biasa, jangan diharapkan menjadi lebih dari sekedar teman sekalipun sudah menjalani selama bertahun-tahun. Suka pada orang terdekat memang terlihat nyaman, dan cukup mudah. Tetapi, suka pada teman akan membuat orang lain risih, potensi di-ghosting semakin besar.

Ini terjadi misalnya pada seorang teman yang sering  ditemui atau ajak ngobrol tiba-tiba berhenti merespons SMS atau panggilan. Mungkin ada sesuatu dalam hidupnya yang membuat mereka sibuk. Jika ternyata mereka telah membuat kamu di-ghosting, bisa jadi mereka memutuskan bahwa terlalu rumit atau menyakitkan untuk menjelaskan bahwa mereka tidak ingin berteman lagi.

4. Self Healing 

Jika suatu hubungan berdampak negatif pada kualitas hidup orang lain, memutuskan kontak terkadang tampak seperti satu-satunya cara untuk mencari kesejahteraan sendiri. Self Healing , dilakukan demi memperbaiki diri kembali agar bisa lebih memahami kriteria pasangan untuk serius.

Itulah ciri ciri seseorang akan melakukan ghosting. Nah, agar tidak terjadi pada kamu, pahamilah orang yang saat ini tengah melakukan pendekatan, meskipun sudah pada tahap pendekatan serius. (Dani Alifian/gg)

Tags: asmaraRelationship AdviceTiptips
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Polije

Polije Siapkan Kampus 7 di Situbondo, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:00 PM
0

SITUBONDO, Tugujatim.id - Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten...

Kucing

Kucing Tiba-Tiba Buang Air Sembarangan? Ini 8 Hal yang Bisa Menjadi Penyebabnya

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 11:00 AM
0

Tugujatim.id - Kucing yang biasanya selalu buang air di litter box terkadang bisa tiba-tiba pipis atau buang air besar di lantai,...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Next Post
Ilustrasi kekerasan terhadap anak dan kekerasan dalam rumah tangga. (Ilustrasi: Gigih Mazda/Tugu Jatim) kekerasan pada perempuan dan anak lbh surabaya

LBH Surabaya Catat 551 Korban Kekerasan Perempuan dan Anak di Jatim, Pemerkosaan Tertinggi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID