• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi patung Sura dan Baya. (Foto: Pinterest @Ruangtanya)

Ilustrasi patung Sura dan Baya. (Foto: Pinterest @Ruangtanya)

4 Fakta Menarik Patung Sura dan Baya, Begini Sejarahnya hingga Jadi Simbol Perjuangan Kota Surabaya

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kamu barangkali pernah melihat Patung Sura dan Baya yang jadi lambang dari Kota Surabaya. Ternyata, patung ini memiliki nilai sejarah dan fakta unik lho. Apa saja?

Tugu Jatim bakalan membeberkan fakta menarik seputar Patung Sura dan Baya yang wajib kamu ketahui. Yuk, simak sampai akhir!

You might also like

Mahasiswa BINUS Malang.

94 Karya Mahasiswa BINUS Malang Dipamerkan di CITRAPATA 2026, Siap Kolaborasi dan Bersaing di Pasar Global

09/07/2026 5:44 PM
Kepala Sekolah Rakyat.

Gus Ipul Apresiasi Hasil Survei Kepala Sekolah Rakyat, Minta Tingkatkan Kepemimpinan Jelang MPLS 2026

08/07/2026 10:20 AM

1. Sejarah Pembangunan Patung Sura dan Baya

Kisah Sura dan Baya erat kaitannya dengan simbol ikonik Kota Surabaya, yakni hiu (Sura) dan buaya (Baya). Lambang ini sudah dikenal jauh sebelum patung tersebut dibangun.

Awalnya, simbol Patung Sura dan Baya dipakai sebagai kenang-kenangan untuk memperingati sepuluh tahun berdirinya grup musik ST Cecilia yang berlangsung dari 1948 hingga 1958. Kemudian, pada 1920, lambang ini diresmikan oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai simbol resmi Kota Surabaya.

Baca Juga: Bonek dan The Jak Kompak, Pelatih Persebaya Surabaya: Kemesraan Suporter di Luar Ekspektasi

Melihat betapa populernya lambang ini, pada 1988, akhirnya dibuatlah Patung Sura dan Baya. Patung ini dirancang oleh arsitek dan seniman berbakat bernama Sutomo Kusnadi yang juga merupakan dosen di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatika (STKW) Surabaya. Proses pembuatan patung ini dilakukan oleh pemahat terkenal bernama Sigit Margono.

2. Legenda Sura dan Baya

Patung Sura dan Baya tidak hanya berdiri sebagai simbol visual, tetapi juga merepresentasikan cerita rakyat yang sangat populer di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Cerita rakyat ini mengisahkan pertempuran sengit antara dua hewan buas, yaitu hiu (Sura) dan buaya (Baya), yang saling berebut wilayah.

Dikisahkan bahwa perkelahian antara keduanya terus berlangsung karena mereka memiliki kekuatan yang hampir setara. Setelah beradu sengit, keduanya memutuskan untuk membuat kesepakatan di mana Sura akan menguasai wilayah laut, sedangkan Baya menguasai akan wilayah darat.

Akan tetapi di suatu hari, Sura melanggar perjanjian dengan memasuki sungai yang merupakan wilayah kekuasaan Baya. Hal ini memicu kemarahan Baya dan berakibat pada pertempuran yang kembali dimulai.

Pertarungan tersebut sangat dahsyat hingga membuat air sungai berubah menjadi merah karena darah yang keluar dari tubuh keduanya. Meski begitu, tidak ada yang benar-benar menang. Akhirnya, Sura tetap menguasai laut, sementara Baya mempertahankan daratan.

Legenda ini juga dianggap sebagai simbol keberanian arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah. Seperti halnya Sura dan Baya yang tidak mau menyerah, masyarakat Surabaya dikenal gigih melawan penjajah meski hanya bermodalkan senjata sederhana. Semangat inilah yang membuat Kota Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan.

3. Teknik Pembuatan Patung

Kamu mungkin penasaran, bagaimana proses pembuatan patung yang begitu ikonik ini? Meskipun terlihat megah, teknik dan bahan yang digunakan ternyata cukup sederhana. Patung ini dibangun menggunakan bahan seperti semen, pasir, dan batu bata.

Detail patung ini menunjukkan cita rasa seni yang tinggi. Lihat saja bagaimana kulit buaya dipahat dengan begitu detail, begitu pula dengan sirip hiu yang terlihat sangat realistis. Selain itu, di waktu tertentu, air mancur yang mengelilingi patung ini akan dinyalakan, menambah keindahan dan nilai estetika patung ini, terutama di malam hari.

4. Lokasi Patung Sura dan Baya

Tahukah kamu bahwa Patung Sura dan Baya tidak hanya ada di satu lokasi? Patung ini memiliki tiga lokasi berbeda di Surabaya.

Lokasi utama dan paling populer adalah di depan gerbang selatan Kebun Binatang Surabaya, tepatnya di Jalan Diponegoro No.1-B, Darmo. Di lokasi ini, kamu bisa berfoto dengan latar belakang patung sekaligus menikmati suasana sekitar.

Baca Juga: Daftar Pemenang Pegadaian Media Awards 2024, Ajang Silaturahmi dan Apresiasi untuk Insan Media

Lokasi kedua berada di Area Skate and BMX Park Surabaya. Tempat ini menjadi favorit para remaja, khususnya pemain skateboard. Kamu juga akan menemukan warung makan dan jajanan di sekitar lokasi, sehingga suasana semakin nyaman untuk dikunjungi.

Lokasi ketiga berada di kawasan Pantai Kenjeran. Patung di sini baru dibangun pada 2019 dan memberikan nuansa berbeda karena berada di tepi pantai. Lokasi ini menjadi favorit wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai sekaligus melihat simbol Surabaya yang ikonik.

Itulah 4 fakta unik dari Patung Sura dan Baya di Kota Surabaya. Apakah kamu tertarik mengunjunginya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Ebenhaezer Parningotan Silaban/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniIkonik Patung Sura dan BayaKota Surabaya hari iniLegenda Patung Sura dan Baya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Mahasiswa BINUS Malang.

94 Karya Mahasiswa BINUS Malang Dipamerkan di CITRAPATA 2026, Siap Kolaborasi dan Bersaing di Pasar Global

by Dwi Linda
09/07/2026 5:44 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Universitas Bina Nusantara (BINUS) Malang kembali menunjukkan kiprah mahasiswanya melalui CITRAPATA 2026 Final Project Exhibition yang digelar pada...

Kepala Sekolah Rakyat.

Gus Ipul Apresiasi Hasil Survei Kepala Sekolah Rakyat, Minta Tingkatkan Kepemimpinan Jelang MPLS 2026

by Dwi Linda
08/07/2026 10:20 AM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul meminta seluruh kepala Sekolah Rakyat meningkatkan kapasitas kepemimpinan menjelang...

Sekolah Rakyat di Kota Blitar.

Cuma 70 Siswa Daftar Sekolah Rakyat di Kota Blitar, Pemkot Jemput Bola Kejar Target Kekurangan 200 Orang

by Dwi Linda
06/07/2026 9:36 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id – Sebanyak 70 calon peserta didik tercatat baru menyatakan kesiapannya untuk mengikuti program Sekolah Rakyat (SR) di Kota...

UM dan BRIN.

UM dan BRIN Perpanjang Kerja sama, Perkuat Ekosistem Riset dan Pengembangan Talenta Peneliti

by Dwi Linda
04/07/2026 9:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kuliah umum bertajuk...

Next Post
Motor listrik.

5 Kelebihan Motor Listrik Digandrungi Jadi Kendaraan Praktis, Yuk Pahami sebelum Membeli!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID