4 Fakta Menarik dari Ikon Alun-Alun Bojonegoro Bernama Watu Semar

  • Bagikan
Watu Semar, ikon batu raksasa di depan Alun-Alun Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)
Watu Semar, ikon batu raksasa di depan Alun-Alun Bojonegoro. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Alun-Alun Bojonegoro identik dengan salah satu ikonnya bernama Watu Semar. Mengapa disebut Watu Semar? Sebab, batu yang diletakkan di depan alun-alun, tepatnya berseberangan dengan Gedung Pemkab Bojonegoro, itu menyerupai tokoh Semar dalam pewayangan.

Selain batunya berbentuk seperti Semar, inilah 4 fakta menarik lainnya soal Watu Semar yang sudah Tugu Jatim rangkum agar Anda mengetahui soal ikon Bojonegoro tersebut.

1.Batu Raksasa Berjenis Andesit Berbentuk Semar

Watu Semar ini termasuk jenis batu andesit lho. Batu ini pun rupanya tak bisa terpisah dari asal muasalnya sebelum diangkut ke kawasan Alun-Alun Bojonegoro pada 2015 lalu. Batu yang menyerupai tokoh Semar, yaitu salah satu karakter pewayangan dalam mitologi Jawa yang memiliki badan tambun dan merupakan salah satu anggota Punakawan. Kalau dilihat sepintas sih memang ada kemiripan. Karena itulah, batu ini dikenal dengan sebutan Watu Semar.

2. Digunakan sebagai Tempat Ritual

Batu berukuran panjang 4 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3 meter ini dulunya berlokasi di Desa Krodonan, Kecamatan Gondang, Bojonegoro. Dan ternyata batu ini sering masyarakat gunakan untuk tempat ritual ngalap berkah. Bahkan, warga daerah lain pun ikut berdatangan juga ke sana agar hajatnya bisa terkabul.

Ketika ke sana, mereka membawa berbagai aneka sesajian. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang hajat atau keinginannya terkabul, akan datang kembali ke lokasi Batu Semar.

3. Diduga Memiliki Ikatan dengan Eyang Gendro Sari

Konon ceritanya, batu berukuran raksasa ini merupakan semburan magma dari letusan Gunung Pandan yang terletak 6 kilometer di selatan Desa Krondonan ribuan tahun silam. Gunung Pandan merupakan gunung di bagian selatan Bojonegoro yang menjadi perbatasan antara Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Nganjuk dan Madiun.

Desas-desusnya yang beredar di masyarakat, Watu Semar ini memiliki kaitan spiritual dengan penguasa Gunung Pandan, yaitu Eyang Gendro Sari. Tapi, hingga saat ini isu ini masih belum dapat dipastikan kebenarannya.

4. Memiliki Berat hingga 80 Ton

Namanya juga raksasa, pasti besar kan. Dan Watu Semar ini memiliki berat kurang lebih 80 ton. Karena bentuknya yang unik, kini pemerintah menjadikannya sebagai ikon Alun-Alun Bojonegoro dan melambangkannya sebagai tekad untuk terus berkarya. (Mila Arinda/ln)

 

  • Bagikan