TUBAN, Tugujatim.id – Memasuki musim penghujan kini, nyamuk aedes aegypti menjadi ancaman serius. Pasalnya, nyamuk yang menularkan virus deman berdarah dengue (DBD) ini, kerap bersarang di air bersih.
“Seperti halnya bekas air hujan yang tertampung di kaleng maupun wadah lainnya,” jelas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo, pada Jumat (21/10/2022).
Bambang menyebutkan bahwa sampai dengan September 2022, sudah ada 485 kasus DBD yang menyebar di 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Dari jumlah tersebut, empat pasien meninggal dunia.
“Musim penghujan seperti ini perlu diwaspadai. Makanya saya menyarankan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dari fogging. Kita lakukan gerakan PSN untuk menekan angka kasus demam berdarah,” jelasnya.
Menurut Bambang, bahan dasar untuk fogging adalah cairan racun. Inipun hanya bisa membunuh nyamuk dewasa saja. Tidak bisa memberantas jentik maupun telur nyamuk.
Menurut dia, persoalan penanganan DBD tidak hanya menjadi urusan pemerintah. Akan tetapi juga diperlukan kerja sama semua pihak, salah satunya dengan turut serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Masalah DBD ini tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja, tetapi harus melibatkan kepedulian dari masyarakat, bagaimana menjaga kebersihan lingkungan, menguras bak mandi, jangan ada genangan air maupun sampah,” tutupnya.







