News  

49 Kasus DBD di Tuban Tercatat hingga Januari 2022, Tak Ada Pasien Meninggal Dunia

Kasus DBD. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti saat menimbulkan penyakit DBD. (Foto: Pixabay)

TUBAN, Tugujatim.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban mencatat hingga 20 Januari, ada sekitar 49 kasus DBD (demam berdarah dengue, red) yang tersebar merata di 20 kecamatan yang ada.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tuban Syahrul Afifa Ratna Sari saat dikonfirmasi membenarkan terkait hal itu. Penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu mengalami peningkatan. Tercatat sejak Oktober 2021 hingga bulan ini trennya terus naik.

Berdasarkan data yang dihimpun Tugu Jatim, pada Oktober 2021 ada 42 kasus, November (67 kasus), dan Desember (97 kasus).

“Tren kasusnya mulai meningkat, berbarengan dengan masuknya musim hujan,” ujar Kabid P2P Dinkes Tuban Syahrul Afifa Ratna Sari pada Selasa (25/01/2022).

Selain itu, dinkes juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) perihal kewaspadaan kasus DBD yang ditujukan pada seluruh kepala puskesmas di Tuban. Dalam SE tersebut, ada tujuh poin penekanan dalam permasalahan ini. Mulai dari melakukan penyuluhan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M plus, melakukan koordinasi dengan semua pihak, dan menyiapkan fasilitas kesehatan dengan upaya kewaspadaan meningkatnya kasus DBD.

“Kami ada SE DBD yang di dalamnya ada SOP fogging, Mas,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengklaim sampai saat ini tidak atau belum ada puskesmas di wilayahnya yang melaporkan kejadian pasien meninggal dunia karena kasus DBD.

Ratna melanjutkan, juga yang harus diutamakan dalam mencegah persebaran nyamuk DBD adalah pola hidup bersih dan sehat dengan menerapkan 3M plus. Yakni, menguras (membersihan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air), menutup (tutup rapat-rapat penampungan air), mengubur (mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk), dan plus (menghindari gigitan nyamuk), tidur memakai kelambu, memakai obat nyamuk, menabur abate/ikan pemakan jentik nyamuk, dan menata baju gantungan).

“Ya, kami imbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat,” imbaunya.

Meski begitu, dia mengatakan sudah lumayan banyak titik yang meminta untuk dilakukan fogging. Mulai 17-25 Januari sudah 27 titik lokasi yang telah di-fogging. Sedangkan masih ada beberapa lokasi lainnya yang menunggu jadwalnya.

Sementara itu, kasus DBD juga mulai meningkat di seluruh wilayah di Jatim selama 1-19 Januari 2022 terdapat kasus sebanyak 788 penderita dengan kematian 15 orang atau case fatality rate – 19%.