5.668 Warga Kabupaten Malang Ikuti Swab PCR Acak, 62 Persen Positif - Tugujatim.id

5.668 Warga Kabupaten Malang Ikuti Swab PCR Acak, 62 Persen Positif

  • Bagikan
Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, pihaknya menyatakan bahwa 60 persen warganya yang mengikut tes PCR secara acak dinyatakan positif Covid-19. (Foto; M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, pihaknya menyatakan bahwa 60 persen warganya yang mengikut tes PCR secara acak dinyatakan positif Covid-19. (Foto; M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Malang telah melakukan tes PCR secara acak kepada 5.668 orang pada 3 hingga 20 Juli 2021. Tercatat, 62 persen di antaranya dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan, tes PCR secara acak itu dilakukan Pemkab Malang sebagai upaya nyata dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Itu dilakukan secara acak. Untuk mengetahui seberapa besar sebaran Covid-19 di Kabupaten Malang. Ini juga bentuk upaya tracing kepada warga Kabupaten Malang,” ujarnya, Kamis (5/8/2021).

Selain itu menurutnya, tes acak tersebut dilakukan juga untuk memahamkan masyarakat bahwa persebaran Covid-19 di Kabupaten Malang perlu diwaspadai.

“Itu sebagai antisipasi dan agar masyarakat tahu bahwa sekarang kondisi sebaran Covid-19 seperti ini. Itu hanya sebagai sampel. Namun masyarakat yang positif saat ini sudah ditangani,” ucapnya.

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat semakin memperketat penerapan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas sehari hari. Sehingga penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir.

“Saya berharap, Satgas Covid-19 bisa tetap melakukan sosialisasi dan memberikan informasi akan pentingnya protokol kesehatan. Tentu dengan cara yang lebih humanis,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menuturkan bahwa Pemkab Malang juga telah melakukan upaya upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 ini.

Salah satunya dengan membangun isolasi terpusat (isoter) disetiap kecamatan di Kabupaten Malang. Namun disebutkan, isoter tersebut belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang menjalani isolasi mandiri.

“Sejauh ini keterisian isoter yang disediakan masih dibawah 5 persen. Ada sekitar 45 orang dari 1.036 bed yang kami sediakan di isoter itu,” paparnya.

 

  • Bagikan