5 Ajaran Stoa untuk Anda yang Hidup Kurang Bahagia

5 Ajaran Stoa untuk Anda yang Hidup Kurang Bahagia

  • Bagikan
Ilustrasi orang bahagia setelah mempraktikkan ajaran filsafat Stoa dalam hidupnya/tugu jatim
Ilustrasi orang bahagia setelah mempraktikkan ajaran filsafat Stoa dalam hidupnya. (Foto: Pexels)

Tugujatim.id – Apakah pandemi Covid-19 ini menyebabkan perasaan Anda tertekan, merasa sangat tidak berguna, sehingga kurang bahagia? Jika iya, Anda perlu mempelajari ajaran filsafat kuno, yaitu Stoisisme atau biasa disebut filsafat Stoa.

Anda pasti mengira bahwa filsafat adalah ilmu yang membuat kita berpikir tentang teori-teori rumit tanpa tahu bagaimana cara mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebetulnya cara pandang ini kurang tepat. Filsafat dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah filsafat Stoa.

Filsafat Stoa pada dasarnya sebuah pemikiran dengan bahasan yang cukup luas, misalnya logika, fisika, dan etika manusia. Akan tetapi, yang cukup fenomenal dari pemikiran ini adalah tentang etikanya. Yang mana secara etik, menurut Stoa, manusia perlu hidup dengan pasrah atau nrimo segala keadaannya agar bisa hidup bahagia.

Cara hidup demikian diyakini dapat mengatasi tekanan atau stres akibat suatu persoalan tertentu, termasuk akibat pandemi Covid-19 ini. Karena itu, mempelajari filsafat Stoa akan membantu Anda untuk menerima setiap keadaan tidak nyaman yang  dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini merupakan 5 ajaran filsafat Stoa untuk hidup yang lebih bebas dari rasa tertekan dan stres sebagaimana dikutip dari realsimple.

1. Terima Apa yang Tidak Bisa Dikendalikan

Situasi pandemi ini membuat berbagai aktivitas terhambat. Kegiatan yang biasa Anda lakukan kini mengalami banyak pembatasan karena sistem secara drastis berubah total.

Anda harus bekerja dari rumah, menjalankan bisnis dari rumah, atau bahkan sekolah dan menghadiri kuliah dari rumah. Interaksi kita dengan orang-orang terdekat juga sedikit banyak ikut terpangkas.

Bagi sebagian orang hal ini akan memberikan banyak tekanan. Jika Anda juga merasa sangat tertekan di situasi tersebut, satu-satunya kunci untuk terbebas darinya adalah menerimanya. Anda harus berusaha untuk menerima  hal-hal yang tidak dapat dikendalikan. Dengan cara ini Anda perlahan akan merasakan hidup lebih bebas dari tertekan dan lebih bahagia.

2. Kenali yang Dapat Diubah dan Lakukan Aksi yang Bermakna

Setelah Anda dapat menerima hal-hal yang nyatanya tidak bisa dikendalikan, anda akan menyadari bahwa tidak semua hal dalam hidup ini dapat diubah. Misalnya, jika Anda hidup dalam lingkungan keluarga yang tidak mendukung Anda untuk berkembang, sebaiknya mengevaluasi hal-hal itu agar dapat memberikan perubahan yang nyata.

Anda memang tidak bisa mengatur bagaimana orang tua dan saudara memperlakukan anda, akan tetapi Anda dapat mengatur bagaimana cara memperlakukan anak, suami, dan cucu nantinya.

Hal ini sangat penting untuk memutus rantai toxic family anda. Tidak hanya pada hubungan keluarga saja, ajaran ini juga dapat diterapkan dalam berbagai hubungan yang terjalin dengan orang lain.

3. Hilangkan Pikiran Hitam atau Putih

Dalam hidup ini memang hanya ada dua pilihan, menjadi gagal atau berhasil, menjadi baik atau buruk. Jika Anda selalu berpikiran satu sisi saja, seperti menjadi baik saja atau menjadi berhasil saja, maka Anda tidak akan siap menerima kegagalan dan hal buruk akan terjadi dalam hidup Anda.

Dengan begitu Anda akan lebih merasa tertekan dan kurang bahagia. Sebaliknya, jika Anda selalu menimbang kegagalan dan hal buruk bersamaan dengan keberhasilan dan hal baik, maka akan merasa lebih siap menerima apapun yang terjadi dalam hidup.

4. Mulai Bersikap Skeptis pada Pikiran Anda

Ketika merasa sangat tertekan dan kurang bahagia, pikiran negatif akan menghantui dan Anda akan cenderung membatasi diri. Tidak berani melakukan sesuatu karena takut kecewa dengan pilihan Anda. Hal ini tentu memberikan perasaan tertekan.

Dalam filsafat Stoa Anda diajarkan bersikap skeptis terhadap pikiran. Skeptis akan membuat Anda mudah melakukan penilaian terhadap segala hal yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Anda akan senantiasa mendasarkan segala tindakan atas dasar logika bukan emosi semata.

5. Tulis Refleksi dan Lakukan

Filsafat Stoa mengajarkan manusia untuk mengubah kata-kata menjadi tindakan. Selalu tuliskan refleksi diri Anda dan isikan dengan hal-hal yang ingin diubah dalam hidup. Tulisan tersebut akan sedikit membantu dalam mengaktualisasikan perubahan yang ingin dilakukan.

Menulis refleksi diri akan membantu Anda mengklarifikasi hal apa yang diinginkan dalam hidup. Tidak hanya itu, Anda juga dengan mudah menemukan ketenangan batin ketika bisa mengetahui apa yang benar-benar berasal dari hati.

Itulah lima ajaran Stoa di yang dapat memberikan Anda hidup yang lebih bahagia dalam arti memperoleh ketenangan batin. Selain itu, Anda akan terlatih dalam mengendalikan emosi negatif yang dapat mengganggu kesehatan mental.

  • Bagikan