5 Gang di Kota Batu yang Punya Nama Unik karena Kisah di Baliknya - Tugujatim.id

5 Gang di Kota Batu yang Punya Nama Unik karena Kisah di Baliknya

  • Bagikan
Salah satu gang di Kota Batu dengan nama Gang Karate yang memiliki nilai sejarah. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Salah satu gang di Kota Batu dengan nama Gang Karate yang memiliki nilai sejarah. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Jalanan sempit atau gang di Kota Batu kerap kali merujuk pada nama tokoh, flora, dan fauna. Tapi, tak sedikit pula terdapat gang-gang yang memiliki nama uni di luar hal tadi. Misalnya saja nama cabang olahraga karate, hingga nama keramat karena dekat kuburan.

Nah, berkaca pada latar belakang sejarah, berikut adalah 5 nama gang di Kota Batu yang memiliki nama unik dan nilai sejarah yang khas wilayah tersebut. Apa saja? Yuk, kita simak!

1. Gang Karate

Jika anda melewati Jalan Suropati, Pesanggrahan di Kecamatan Batu, anda akan menjumpai sebuah jalan kecil menujuk kampung dengan nama Gang Karate. Awalnya, disini sebenarnya lekat dengan lokasi pemakaman, baik bagi umat nasrani maupun muslim.

Namun, usut punya usut, penamaan jalan karate ini didasarkan dari momen dikuburnya 8 atlet karateka Kyokushinkai yang dulu tewas tenggelam di Pantai Ngliyep. Hingga kemudian, hingga kini jalan ini dikenal dengan nama gang karate.

2. Gang Keramat

Gang Keramat ini terletak di Jalan Diponegoro, persisnya ada di sebelah Warung Bethania. Kenapa dinamakan Gang Keramat? Karena memang ujung jalan ini adalah jalan buntu dan berupa kuburan alias TPU Kelurahan Sisir. Kemungkinan dari sinilah nama gang ini disebut keramat.

3. Gang Garasi

Gang Garasi terletak di Jalan Panglima Sudirman, jalur utama menuju daerah Klebengan. Penamaan jalan ini cukup nyleneh. Namun bukan tanpa alasan. Nama garasi didapat karena memang di sepanjang gang ini dijadikan garasi sewaan bagi mereka pemilik mobil yang tidak punya lahan parkir.

4. Gang Petinggi

Gang atau Jalan Petinggi ada di Jalan Diponegoro penghubung dengan Jalan Agus Salim. Usut punya usut, nama petinggi ini mengacu pada istilah pejabat. Sejarahnya pun begitu.

Dulu, jalan ini menjadi jujukan atau ancer-ancer sejumlah warga untuk memberitahu rumah kawasan pejabat tinggi desa tinggal. Saking kebiasaannya, penamaan ini bertahan hingga sekarang.

5. Gang Kulit

Terakhir, ada Gang Kulit yang berada di Jalan Diponegoro. Penamaan Gang Kulit ini didasarkan karena di lokasi inilah berdiri pabrik kulit besar sejak lama. Sebab itulah, gang ini dinamai dengan nama Gang Kulit.

  • Bagikan