JEMBER, Tugujatim.id – BPJS Kesehatan Jember ingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Jember Yessy Novita, menegaskan pentingnya kewaspadaan, menyusul laporan terbaru dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjadi korban penipuan. Hal itu diketahui dari adanya laporan penipuan dari salah satu peserta JKN yang mengajukan pengaduan ke Kantor Cabang Jember.
“Saat ini modus penipuan sangat beragam. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada jika ada pihak yang menghubungi mengatasnamakan BPJS Kesehatan,” kata Yessy, Jumat (23/05/2025).
Baca Juga: BPJS Kesehatan Jember Optimalkan Prolanis untuk Kendalikan Penyakit Kronis Lansia
Dia menjelaskan, modus yang digunakan para pelaku penipuan umumnya bermotif finansial, mulai dari percobaan pencurian data pribadi hingga upaya untuk menguras uang milik peserta.
“Karena itu, penting bagi kita untuk tetap tenang dan berhati-hati. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming hadiah atau uang, dan jangan langsung panik jika menerima informasi mengejutkan melalui telepon,” sambungnya.
Berdasarkan data, BPJS Kesehatan mencatat beberapa jenis penipuan yang sering terjadi, antara lain:
- Telepon palsu yang menawarkan lowongan kerja atas nama BPJS Kesehatan
- Penipuan pemberian bantuan tunai
- Pengembalian premi iuran fiktif
- Ancaman pemblokiran kepesertaan JKN
- Informasi palsu mengenai batas pemakaian obat pada kartu BPJS Kesehatan
Modus terbaru, bahkan melibatkan tuduhan palsu kepada peserta yang disebut telah mengambil obat sebanyak tiga kali di fasilitas kesehatan berbeda.
Yessy mengingatkan masyarakat, agar tidak sembarangan membagikan data pribadi seperti nomor induk kependudukan (NIK), tanggal lahir, maupun nama ibu kandung.
“Pastikan (data) hanya disampaikan kepada pihak yang benar melalui saluran resmi pada kanal media sosial dan website BPJS Kesehatan,” tuturnya.
Untuk mendapatkan informasi yang akurat dan menghindari penipuan, masyarakat disarankan untuk selalu mengakses kanal resmi BPJS Kesehatan atau mengunjungi kantor cabang terdekat.
“Kami tegaskan, BPJS Kesehatan tidak pernah menghubungi peserta untuk meminta NIK, menawarkan hadiah atau bantuan sosial, apalagi meminta transfer uang ke rekening atas nama perorangan,” imbuh Yessy.
Kanal Layanan Administrasi Resmi Mudah Diakses:
- Care Center 165
- Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 0811-8165-165
- Aplikasi Mobile JKN
Masyarakat juga dapat memverifikasi informasi resmi melalui situs www.bpjs-kesehatan.go.id atau akun media sosial resmi BPJS Kesehatan, yaitu:
- Twitter @BPJSKesehatanRI
- Facebook @BPJSKesehatanRI
- Instagram @bpjskesehatan_ri
- TikTok @bpjskesehatan_ri
- YouTube @BPJSKesehatan_RI
Yessy mengatakan, dalam beberapa kasus, BPJS Kesehatan memang menghubungi peserta, namun hanya untuk mengonfirmasi beberapa terkait. Misal konfirmasi tagihan iuran.
Kontak itu dilakukan melalui telekolekting, kader JKN, atau Agen Pesiar. BPJS Kesehatan Jember juga dapat menghubungi peserta untuk memastikan apakah mereka benar-benar menerima layanan kesehatan tertentu. Namun, semua proses itu tidak meminta data pribadi peserta.
“Dalam proses ini, kami sudah memiliki data peserta dan tidak akan pernah meminta data pribadi dari mereka,” jelas Yessy.
Dia membenarkan, jika BPJS Kesehatan beberapa kali dicatut dalam upaya penipuan, salah satunya dengan modus wawancara kerja fiktif. Penipu menawarkan tiket dan akomodasi untuk wawancara di Jakarta melalui sebuah situs web yang mengumumkan rekrutmen palsu tersebut.
“Rekrutmen dan pengumuman pelamar yang lolos diumumkan di situs tersebut. Tidak lama kemudian, pelamar ditawari untuk datang ke Jakarta mengikuti wawancara yang diadakan secara mendadak tanpa persiapan. Penyelenggara fiktif bahkan menawarkan pemesanan tiket pesawat dan penginapan. Untungnya, semua pelamar menyadari bahwa ini adalah penipuan sehingga tidak ada yang menjadi korban,” tambah Yessy.
Baca Juga: Solutif! Layanan Digital BPJS Kesehatan Jember Wujud Inklusi Program JKN di Pedesaan
Hal tidak menyenangkan itu turut dialami Rizky, 24. Warga Kabupaten Jember tersebut menerima pesan teks yang menginformasikan bahwa dirinya mendapat undangan wawancara rekrutmen.
“Saat menerima pesan teks itu, saya beruntung tidak langsung percaya. Saya sarankan masyarakat lain untuk lebih berhati-hati dan jangan mudah tergiur iming-iming hadiah atau hal lain yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan,” kata dia.
Merasa tidak yakin, Rizky tidak langsung percaya dan memilih untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut kepada petugas BPJS Kesehatan Jember. Setelah ditelusuri, pesan tersebut dipastikan sebagai upaya penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan.
“Lebih baik langsung tanyakan ke petugas BPJS atau cek melalui akun resmi media sosial dan website mereka. Saya lega karena langsung memvalidasi sehingga tidak jadi korban penipuan,” pungkas Rizky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








