Tugujatim.id – Arus balik Lebaran 2025 saat ini sedang mencapai puncaknya. Banyak pemudik yang memilih menggunakan sepeda motor untuk kembali ke kota perantauan karena lebih praktis dan hemat biaya. Karena itu, ada tips berkendara yang aman saat arus balik!
Namun, perlu diingat bahwa berkendara jarak jauh menggunakan motor memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan roda empat. Agar perjalanan arus balik tetap aman dan nyaman, para pemudik perlu memahami tips berkendara aman menggunakan sepeda motor. Selain menjaga keselamatan diri, pengendara juga bertanggung jawab terhadap keamanan pengguna jalan lainnya.
Berkendara saat arus balik tidak hanya soal kecepatan sampai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga tubuh tetap bugar, fokus, dan selamat sepanjang perjalanan.
Baca Juga: Pasca Puncak Arus Balik, Lalu Lintas di Tuban Kembali Normal
Pada musim Lebaran 2025 ini, Kementerian Perhubungan memprediksi ada 12,74 juta orang memilih mudik naik motor. Alasannya, selain kemudahan akses, biaya yang lebih murah, serta fleksibilitas rute membuat kendaraan roda dua banyak dipilih, terutama oleh pemudik yang menempuh perjalanan antar kota dalam satu provinsi.
Meski begitu, risiko kecelakaan lalu lintas pada pemudik motor lebih tinggi, apalagi jika pengendara tidak dalam kondisi prima atau motor yang digunakan tidak layak jalan.
Untuk itu, penting bagi setiap pengendara motor memperhatikan kondisi kendaraan, kelengkapan berkendara, serta teknik berkendara aman sebelum dan saat melakukan perjalanan arus balik.
Tips Berkendara Aman saat Arus Balik dengan Motor
Berikut beberapa tips berkendara aman saat arus balik Lebaran 2025 dengan sepeda motor yang wajib diperhatikan:
1. Cek Kondisi Motor sebelum Berangkat
Pastikan motor dalam kondisi prima. Lakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari tekanan angin ban, kondisi rem, lampu, klakson, rantai, hingga oli mesin. Jika memungkinkan, lakukan servis motor di bengkel resmi sebelum melakukan perjalanan jauh.
Menjaga kecepatan tetap stabil dan tidak melebihi batas kecepatan juga penting. Kecepatan ideal berkendara dengan motor saat arus balik adalah 40-60 km/jam, tergantung kondisi jalan.
2. Gunakan Helm SNI dan Jaket Pelindung
Selalu gunakan helm berstandar SNI untuk pengendara dan pembonceng. Helm full face lebih disarankan karena memberikan perlindungan maksimal. Jangan lupa juga memakai jaket pelindung, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup.
3. Hindari Membawa Barang Berlebihan
Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara membawa muatan berlebih. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan motor dan mengurangi kelincahan saat bermanuver. Bawa barang seperlunya saja dan hindari menumpuk barang di bagian belakang motor.
4. Istirahat Tiap 2 Jam Sekali
Perjalanan jauh membutuhkan stamina ekstra. Jangan paksakan tubuh untuk terus berkendara tanpa henti. Istirahatlah setiap dua jam sekali di posko mudik atau rest area terdekat untuk meregangkan otot dan memulihkan konsentrasi. Jika mulai mengantuk, segera berhenti dan cari tempat beristirahat.
5. Waspadai Kondisi Jalan dan Cuaca
Selalu waspadai kondisi jalan berlubang, licin, atau menurun tajam, terutama di malam hari. Cek prakiraan cuaca sebelum berangkat, dan hindari berkendara saat hujan deras karena dapat mengurangi jarak pandang dan daya cengkeram ban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








