5 Tips Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

5 Tips Mengatasi Kecanduan Gadget pada Anak

  • Bagikan
Ilustrasi orang tua mendampingi anak mengakses gadget/tugu jatim
Ilustrasi orang tua mendampingi anak mengakses gadget. (Foto: Pexels)

Tugujatim.idGadget sudah menjadi kehidupan sehari-hari baik masyarakat Indonesia sendiri maupun Dunia. Pengguna gadget yang bervariatif dari remaja, paruh baya, orang tua, bahkan hingga lansia dan anak-anak sekalipun.

Di masa pandemi Covid-19, penggunaan gadget pada segala kalangan meningkat, baik dalam kebutuhan hiburan, bersosial hingga proses pembelajaran daring

Hasil survei Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Pada Masa Pandemi Covid-19 oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia pada tahun 2021,  menunjukan bahwa 90,3 persen anak memiliki kecanduan terhadap gadget.

Kecanduan gadget adalah masalah yang pelik. Banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari perilaku kecanduan gadget. Kecanduan gadget pada anak dapat memengaruhi perkembangan otak yang berakibat pada kemampuan berpikir.

Hal ini diakibatkan oleh pelepasan hormon dopamin yang berlebih akibat dari perilaku kecanduan gadget. Kelebihan hormon dopamin dapat menyebabkan penurunan kematangan Pre Frontal Cortex (PFC) yang berakibat pada gangguan pemusatan perhatian dan meningkatkan kemungkinan gangguan hiperaktivitas.

Peran orang tua sangatlah diperlukan untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak. Anak merupakan peniru ulung dan cenderung menggunakan benda yang berwarna yang dapat menarik perhatian anak. Apabila orang tua terlalu asik dengan gadget bisa saja anak ikut menikmati gadget bahkan menjadi kecanduan.

Orang tua tentu saja tidak bisa mengawasi anak terus-menerus dan setiap hari, berikut beberapa saran dalam mencegah dan mengatasi kecanduan gadget pada anak.

1. Batasi Penggunaan Gadget

Gadget keluaran terkini maupun model lawas memiliki fitur pengaturan penggunaan layar, pengaturan waktu layar di mana gunanya untuk mengatur seberapa lama batas penggunaan gadget seseorang dalam sehari. Apabila sudah mencapai batas waktu layarnya, maka gadget tersebut akan membutuhkan sandi untuk melanjutkan penggunaan gadget yang bisa orang tua atur.

2. Atur Jadwal

Jadwalkan waktu kepan anak boleh dan tidak boleh menggunakan gadget. Dengan demikian anak akan menjadi lebih disiplin untuk menggunakan waktunya. Sementara itu siapkan kegiatan alternatif pengisi waktu luang anak, sehingga tidak menjadi bosan dan tidak mencari gadgetnya lagi.

3. Batasi Akses

Kontrol anak dengan membatasi aksesnya terhadap gadget. Ajarkan anak untuk meminta izin tiap kali hendak mengakses gadget. Sehingga orang tua mampu mengawasi penggunaannya.

Batasi pula konten-konten yang dapat diakses anak. Hal ini bertujuan agar anak hanya dapat mengakses konten-konten yang dipilihkan untuk mereka. Sehingga konten-konten negatif dapat dihidarkan.

Mengenalkan aplikasi-aplikasi sesuai dengan umur anak adalah salah satu hal penting juga. Contoh aplikasi yang sesuai dengan umur anak adalah “YouTube Kids”. Karena ada beberapa aplikasi, seperti aplikasi sosial media yang seharusnya memerlukan akses umur 17 tahun keatas seperti Twitter dan Instagram tapi kebanyakan anak tetap mengaksesnya.

4. Berikan Contoh yang Baik

Anak adalah mesin peniru yang akan menyerap apa yang dia amati di sekitarnya. Contohkan kepada anak untuk menggunakan gadget seperlunya, dengan demikian anak akan merasa bahwa orang tuanya juga melaksanakan apa yang diterapkan.

5. Habiskan Waktu Bersama Anak

Masa anak-anak adalah masa keemasan yang menjadi penentu pembentukan karakter dan sifat di masa dewasanya. Habiskan waktu dengan anak, dengan melakukan kegiatan-kegiatan bersama seperti mengobrol, memasak bersama, atau melakukan permainan papan yang dapat membantu pembentukan karakter dan kemampuan berfikir.

  • Bagikan