Tugujatim.id – Ingin meredakan nyeri saat datang bulan? Keenam cara mengatasi sakit perut saat haid di bawah ini dijamin mampu membantumu mengurangi rasa nyeri. Dengan tambahan penjelasan lebih detail terkait caranya, kamu bisa langsung mengikutinya. Apa saja keenam caranya? Simak di bawah ini.
1. Kompres Perut dengan Air Hangat

Perempuan secara normalnya mengalami pendarahan setiap bulan yang disebut haid. Peristiwa bulanan itu terjadi apabila sel telur tidak dibuahi sel sperma sehingga terjadilah peluruhan yang saat ini dinamai haid atau menstruasi.
Peluruhan tersebut terkadang bisa menyebabkan nyeri dan sakit yang juga bisa menghambat produktivitas wanita. Nyeri yang terjadi biasanya dimulai dari perut bagian bawah.
Cara yang biasanya dianjurkan oleh para dokter yakni dengan mengompres perut yang mengalami nyeri akibat haid dengan air hangat. Dalam mengompresnya bisa menggunakan alat instan yang diisi air dan dapat dipanaskan yang dijual di pasaran atau dengan alat manual seperti handuk hangat ataupun botol berisi air hangat.
2. Tidur

Kebutuhan manusia yang paling penting adalah istirahat. Salah satu hal yang dilakukan saat waktu istirahat yakni tidur. Meskipun kebutuhan untuk tidur pada orang dewasa dan remaja ini tidak selama yang dibutuhkan oleh bayi, namun tetap saja hal ini cukup penting. Bagi perempuan, tidur juga bisa menjadi alternatif mereka untuk menghilangkan rasa nyeri akibat masa menstruasi tiba.
Kesusahan dalam menahan sakit haid itu juga perlu diabaikan sehingga dengan tidur, orang tentu akan dengan mudah melupakan rasa sakitnya.
Sayangnya, cara mengatasi sakit perut saat haid yang satu ini terkadang tidak terlalu efektif untuk beberapa orang. Oleh karenanya, kamu bisa menggunakan cara berikutnya yang dipaparkan di bawah.
3. Mengangkat Kaki ke Dinding

Selain tidur, ada cara lain yang bisa kamu lakukan seperti melakukan satu posisi ketika nyeri haid. Posisi yang dimaksud yakni mengangkat kedua kaki lurus dan menyandarkannya di dinding selama beberapa menit. Cara satu ini cukup efektif akan tetapi rawan membuat bocor di bagian belakang. Meskipun cara satu ini hanya diperbolehkan beberapa menit, akan tetapi efek yang diberikan mampu mengurangi nyeri dan kram saat haid.
4. Sering Minum Air Hangat

Banyak orang pada zaman dahulu mengatakan bahwa solusi untuk sakit perut yakni mengonsumsi air hangat. Rupanya cara satu ini bisa dilakukan, bahkan untuk beberapa orang, hal ini memiliki pengaruh lebih.
Dilansir dari yankes.kemkes.go.id, mengonsumsi air hangat ini memberikan bantuan tambahan pada perempuan yang sedang datang bulan untuk menghangatkan tubuh. Di samping itu, dengan reaksi menghangatkan tubuh ini, air hangat juga mampu mengatasi kram saat haid.
5. Minum Obat Pereda Nyeri Haid

Cara instan untuk menghilangkan rasa nyeri haid yang selanjutnya yakni mengonsumsi obat pereda nyeri haid. Obat satu ini sudah banyak dijual di apotek dan juga cukup ampuh menghilangkan rasa nyeri. Meskipun dalam mengonsumsinya juga harus berhati-hati, namun keefektifan obat yang memang sudah diperkirakan oleh pembuat obat ini memang cukup banyak dikonsumsi masyarakat.
6. Minum Jamu Herbal

Cara terakhir yang bisa kamu lakukan adalah meminum jamu herbal yang dipercaya mampu mengurangi rasa nyeri. Jamu banyak digunakan masyarakat Indonesia yang memiliki banyak manfaat masing-masing. Meskipun dari segi waktu lebih ampuh menghilangkan rasa nyeri dibandingkan dengan obat lebih kecil, namun dalam keamanan pengonsumsian jamu lebih sehat untuk kesehatan. Hal ini disebabkan biasanya untuk pembuatan jamu, digunakan bahan-bahan alami.
Selain bisa menghilangkan rasa nyeri akibat menstruasi, jamu juga mampu membantu kesehatan tubuh lainnya. Salah satu jamu yang bisa digunakan yakni jahe.
Dilansir dari yankes.kemkes.go.id, kandungan dalam jahe dipercaya mampu mengurangi rasa sakit bahkan meredakan kram menstruasi. Untuk pengolahannya bisa dengan merebus jahe dan cara lebih cepatnya yakni dengan meminum wedang jahe instan yang dijual di masyarakat.
—
Itulah keenam cara mengatasi sakit perut saat haid. Keenamnya bisa dilakukan di rumah maupun di luar rumah, namun beberapa di antaranya perlu diperhatikan terkait efeknya lebih lanjut. Apabila cara-cara di atas sudah kamu lakukan dan tetap tidak memberikan efek, maka kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terdekat sebab ahli kesehatan juga mampu membantumu memberikan obat dan tips yang lebih efektif dan aman.
Penulis: Aulia Wardani (Magang)
Editor: Lizya Kristanti








