6 Mahasiswa UB Bikin Smart CCTV untuk Deteksi Pelanggar Prokes melalui Wajah dan Pelat Nomor Kendaraan

  • Bagikan
Mahasiswa UB Malang membuat inovasi Smart CCTv untuk mendeteksi pelanggar prokes melalui wajah dan pelat nomor kendaraan. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Mahasiswa UB Malang membuat inovasi Smart CCTv untuk mendeteksi pelanggar prokes melalui wajah dan pelat nomor kendaraan. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan inovasi baru berupa Smart CCTV untuk membantu mendeteksi pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dari jarak jauh. Mahasiswa UB ini menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang disematkan dalam kamera CCTV.

Inovasi itu dinamakan “Smart Mapping System for The Potential Spread of Covid-19 via CCTV on The Road Based on Computer Vision and Artificial Intelligence, Integrateed with Vehicle Number Data”. Kamera Smart CCTV ini dibuat oleh 6 mahasiswa UB. Mereka adalah Nasyruddin Hakim, Alfian Fitrayansyah, Affan Affandi, Akmal Adnan Attamami, Muchammad Nasyruddin Hakim, dan Muhammad Lutfi Ardiansyah di bawah bimbingan dosen mereka, Raden Arief Setyawan.

Menurut salah satu anggota bernama Nasyruddin Hakim (mahasiswa dari fakultas teknik), pembuatan Smart CCTV ini berawal dari keresahan mereka melihat angka kasus Covid-19 yang terus meningkat. Salah satu penyebabnya adalah masih minimnya kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes.

”Dengan adanya Smart CCTV ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk disiplin prokes sehingga upaya penanganan penyebaran Covid-19 ikut terbantu,” kata dia Senin (12/07/2021).

Lebih lanjut Hakim menjelaskan, terkait cara kerja Smart CCTV ini dapat menangkap wajah dan pelat nomor pengemudi sepeda motor yang melanggar prokes.

“Dari hasil foto pelat nomor pelanggar tersebut dapat digunakan untuk melacak identitasnya. Dari data itu, lalu disinkronkan dengan data SIM untuk dicek alamat dari pengendara tersebut,” papar mahasiswa FT angkatan 2018 ini.

Proses selanjutnya dilakukan pemetaan alamat pada identitas yang didapat sebagai daerah yang berpotensi Covid-19 karena salah satu masyarakatnya tidak mematuhi prokes saat di jalan.

Setelah dipetakan daerah yang berpotensi Covid-19, maka pemerintah dapat melakukan tindakan preventif di daerah tersebut, seperti melakukan sosialisasi hingga memberi sanksi terhadap pelanggar.

”Semoga dapat membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan tanpa harus menunggu angka kasus penularannya kembali melonjak,” harapnya.

Selain itu, Smart CCTV ini berhasil mendapatkan Gold Medal Awards di ajang International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021. Ajang ini diikuti sekitar 157 tim dari 15 negara. Mereka juga mendapat Special Awards dari Malaysia Innovation, Invention, and Creativity Association (MIICA).

“Saya berharap dari inovasi ini dapat berdampak meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap prokes dan dapat mencegah secara dini persebaran Covid-19,” ujarnya.

  • Bagikan