JEMBER, Tugujatim.id — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Jember dan sejumlah daerah di Jawa Timur, Selasa sore (26/05/2026). Guncangan gempa Jember yang terjadi sekitar pukul 15.39 WIB itu membuat sejumlah warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun X @infoBMKG, getaran gempa terasa di sejumlah wilayah Jember, mulai kawasan kota hingga kecamatan di pinggiran.
Data sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pusat gempa berada di laut, sekitar 93 kilometer tenggara Jember. Gempa Jember terjadi pada koordinat 9,01 Lintang Selatan dan 113,84 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Baca Juga: Sepanjang Januari 2026 Terjadi 931 Gempa Bumi di Jawa Timur, Ini Catatan Stasiun Geofisika Malang
Dalam pembaruan informasi, BMKG menyebut gempa dirasakan dengan skala IV MMI di Jember. Getaran juga dirasakan di sejumlah daerah lain seperti Bondowoso, Malang, Banyuwangi, hingga Bali dengan intensitas berbeda-beda.
Hingga beberapa saat setelah kejadian, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG juga belum mengeluarkan peringatan dini tsunami.
Warga Panik Tinggalkan Rumah
Sejumlah warga mengaku sempat panik saat guncangan mulai terasa. Deasy Putri, warga Kecamatan Jenggawah, mengaku gempa Jember datang saat dirinya sedang beristirahat di rumah bersama anaknya.
“Iya tadi saya merasakan gempa cukup kencang,” ujar Deasy.
Dia mengatakan, saat itu dirinya sedang tertidur sebelum akhirnya terbangun karena merasakan getaran yang semakin terasa.
“Tadi saya sedang tidur dengan anak saya, lalu terbangun dan langsung lari keluar sambil menggendong anak,” katanya.
Baca Juga: 2 Kali Gempa Pacitan Hari Ini Magnitudo 6,5 dan 3,7: Terasa hingga Surabaya
Kesaksian serupa disampaikan Muhammad Fauzi. Saat gempa terjadi, dia sedang berada di dalam kamar rumahnya.
“Tadi saya sedang sedang tiduran di kamar, tiba-tiba ada getaran,” kata Muhammad saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Awalnya dia mengira getaran tersebut tidak terlalu kuat sehingga memilih tetap berada di dalam rumah. Namun beberapa detik kemudian guncangan semakin terasa hingga membuatnya panik.
“Sesaat kemudian gempa mulai terasa kencang dan saya langsung lari keluar rumah,” lanjutnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG maupun instansi terkait.
BMKG juga menyebut informasi awal yang disampaikan masih mengutamakan kecepatan, sehingga data gempa dapat berubah seiring pembaruan hasil analisis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








