7 Fakta Kasus Perawat di Malang Dibakar - Tugujatim.id

7 Fakta Kasus Perawat di Malang Dibakar

  • Bagikan
Perawat di Kalipare, Malang yang jadi korban pembakaran. (Foto: Instagram/Eva Sofiana Wijayanti)
Perawat di Malang yang jadi korban pembakaran oleh pria misterius. (Foto: Instagram/Eva Sofiana Wijayanti)

MALANG, Tugujatim.id – Kasus pembakaran terhadap perawat di Klinik Kecantikan Bunga Husada Desa Arjowinangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, bernama Eva Sofiana Wijayanti (32) warga Dusun Ngembul, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, membuat Indonesia gempar. Korban disiram bensin oleh orang tak dikenal dan kemudian dibakar hidup-hidup.

Lantas, bagaimana fakta-fakta terkait kasus perawat di Malang dibakar tersebut? Berikut adalah 7 fakta terkit kasus yang menimp Eva Sofiana.

1. Eva Mengalami Luka Bakar 60 Persen di Wajah, Lengan hingga Dada

Eva Sofiana Wijayanti yang pada Senin pagi (03/04/2021) yang tengah beristirahat di klinik tempatnya bekerja, Klinik Kecantikan Bunga Husada, disiram oleh orang misterius dengan cairan yang diduga bensin. Tak banyak bicara, pelaku juga langsung menyulut api dan lari meninggalkan eva sendirian.

Akibatnya, Eva mengalami luka bakar serius 60 persen di tubuhnya mulai dari wajah, lengan hingga dada.

2. Saat ini Tengah Mendapatkan Perawatan di RS Hasta Husada

Usai mendapatkan serangan, Eva langsung dibawa ke Rumah Sakit Hasta Husada Kepanjen untuk mendapatkan penanganan intensif.

Kakak ipar korban, Didik Porwidianto, mengatakan Eva akan mendapatkan penanganan operasi untuk memulihkan kondisinya.

3. Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Lewat Hasil CCTV

Tampilan Klinik Bunga Husada di Kalipare, Kabupaten Malang yang dikelola oleh Eva Sofiana Wijayanti. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Tampilan Klinik Bunga Husada di Kalipare, Kabupaten Malang yang dikelola oleh Eva Sofiana Wijayanti. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, mengatakan polisi sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV yang berada di sekitar TKP.

“Ciri-cirinya adalah beat merah, orangnya kurus, sepatu kets putih, jaket biru,” paparnya.

Namun, hasil CCTV yang dikumpulkan Satreskrim Polres Malang masih belum terlihat jelas plat nomor kendaraan yang digunakan pelaku.

“Kita juga sudah mengecek beberapa CCTV yang ada di TKP, sudah terlihat kendaraan apa yang digunakan pelaku. Tapi kita belum jelas plat kendaraan, tapi insyaallah 1 sampai 2 hari ini akan kita ungkap,” bebernya.

4. Saat ini Sudah ada 4 Orang Saksi Diperiksa

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, mengatakan saat ini anggotanya sidah memeriksa 4 orang saksi.

“Di Kalipare kita memeriksa 4 saksi diantaranya saksi yang menemukan korban 2 orang, saksi yang ada di luar area kejadian, begitupun saksi korban juga kita lakukan pemeriksaan,” terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (05/05/2021).

5. Keluarga Tidak Pernah Melihat Eva Bermasalah dengan Siapapun

Kakak ipar Eva, Didik Porwidianto, mengatakan selama ini tidak pernah melihat korban memiliki masalah. Bahkan ia tidak pernah melihat Eva Bermasalah dengan suaminya, Adit, yang juga merupakan adik kandung Didik.

“Saya kalau singgah di rumah ini saya anggap tidak ada apa-apa, bahkan keduanya sering keluar berdua, ngabuburit juga selalu berdua setiap sore. Bahkan kalau update story itu selaku jalan-jalan setiap sore ke warung-warung. Jadi, ada masalah atau apa saya tidak tahu apa-apa,” tandasnya.

Didik sendiri mengakui tidak pernah pernah ingin tahu rumah tangga korban yang juga lulusan kebidanan di Poltekkes RS dr Soepraoen dan kini bekerja di Klinik Kecantikan Bunga Husada Kalipare ini.

“Kalau ada masalah keluarga atau pekerjaan juga gak pernah cerita apa-apa. Saya bahkan kalau sama bapak (ayah Didik dan Adin) kalau gak masalah penting itu gak pernah omong-omongan. Apalagi sama Eva juga hampir gak pernah tanya-tanya,” pungkasnya.

6. Keluarga Sembunyikan Kondisi Eva dari Kedua Anaknya

Pihak keluarga Eva memang sengaja menyembunyikan keadaan Eva dari kedua anaknya karena takut anak yang masih berusia 8 tahun dan 10 tahun ini mengalami trauma.

“Anak-anak ini kondisi ibunya tidak tahu, hanya dikabari kalau ibunya sedang sakit dirawat di rumah sakit,” beber Kakak Ipar Eva, Didik Porwidianto, saat dikonfirmasi tugumalang.id di rumah Eva Dusun Ngembul, Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare.

Kedua anak Eva ini memang dikenal sangat dekat dengan ibunya, dan ditakutkan akan mempengaruhi mental keduanya jika dipaksa harus ke rumah sakit.

“Soalnya anak yang kecil ini sangat dekat dengan ibunya, takutnya anaknya nangis terus kalau tahu kondisi sebenarnya ibunya. Takutnya kan kalau anaknya ikut ke rumah sakit nanti nangis terus di rumah sakit,” ucapnya.

“Kasian anak itu, kalau tahu kejadian itu dan wajah ibunya berubah bisa trauma si anak,” sambungnya.

7. Banjir Doa Online untuk Eva di Akun Instagram Pribadinya

Kepedulian netizen terhadap Eva Sofiana Wijayanti nampak jelas, hal ini terbukti dari banjirnya doa online di akun Instagram Eva yang bernama evasofiana2510 di postingan foto selfie korban tanggal 19 April 2021.

“Aku tidak kenal, aku berdoa supaya lekas membaik teman dunia maya,” tulis akun tiaharyantii pada Selasa (04/05/2021).

“Semoga lekas pulih dan pelaku segera tertangkap,” tulis akun jantanpamungkas.

“Hallo Mbak Eva, aku harap kamu baca ini, Insyaallah Mbak, semoga kamu bisa tersenyum cerah seperti di foto ini. Dengan mata yang juga ikut tersenyum. Semoga lekas pulih, semoga lekas kuat hati menerimanya. Semoga banyak cinta dan kalimat positif yang datang untuk kamu. Peluk online ya Mbak Eva,” tulis akun endahsyati.

“Dapat dari Lambe Turah langsung coba cari IGnya, semoga segera pulih ya mbak, amin,” tulis akun silvi_ytia.

  • Bagikan