JOMBANG, Tugujatim.id – Calon jemaah haji (CJH) asal Jombang diwanti-wanti agar selalu menjaga kondisi kesehatan mereka jika tidak ingin dipulangkan kembali ke Tanah Air. Sebab, kesehatan sebanyak 784 jemaah haji Jombang masuk kategori high risk.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang Ilham Rochim menyampaikannya setelah data terbaru menunjukkan kesehatan mayoritas CJH masuk kategori risiko tinggi.
Baca Juga: 752 Jemaah Haji Probolinggo Diberangkatkan dari Wisata Religi Miniatur Ka’bah
“Dari total 1.267 CJH asal Jombang, sekitar 61 persen atau 784 orang tergolong berisiko tinggi secara kesehatan,” kata dia, Kamis (23/04/2026).
Dia mengatakan, yang dikategorikan memiliki risiko berat sebanyak 178 orang, risiko sedang (206 orang), dan risiko ringan (403 orang), sehingga membutuhkan pemantauan intensif sebelum keberangkatan.

Meski memastikan bahwa seluruh CJH masih memenuhi syarat untuk berangkat ke Tanah Suci, Ilham menekankan pentingnya kesiapan fisik. Para CJH diminta menjaga kebugaran sejak sebelum berangkat hingga selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Setibanya di Arab Saudi, mereka akan menjalani pemeriksaan ulang oleh otoritas setempat. Jika ditemukan kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat, calon jemaah haji Jombang berpotensi dipulangkan ke Indonesia,” jelas dia.
Petugas Gencar Edukasi Minimalkan Gagal Berangkat
Pihaknya pun terus menggencarkan pendampingan kesehatan, konsultasi medis, hingga edukasi untuk meminimalkan risiko gagal berangkat.
“Koper juga sudah didistribusikan kepada CJH sejak 16 April 2026 lalu dan sekarang tinggal pengendalian logistik agar keberangkatan lancar,” tambah dia.
Untuk calon jemaah haji Jombang, menurut jadwal akan diberangkatkan pada 6-7 Mei 2026 melalui Embarkasi Juanda Surabaya, tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter) 60, 61, 62, dan 63.
Panitia juga telah menetapkan jadwal pengumpulan koper berdasarkan kloter. Pengumpulan koper kloter 60 dan 61 dijadwalkan Senin (04/05/2026), sedangkan kloter 62 dan 63 pada Selasa (05/05/2026).
“Jam pengumpulan dibagi menjadi dua, pagi dan siang, untuk menghindari antrean yang panjang serta menghindari penumpukan di lokasi pengumpulan,” sambung Ilham.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Indonesia KH Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa jadwal keberangkatan haji Indonesia untuk 2026 masih belum berubah meski ada ketegangan di kawasan Timur Tengah.
“Hingga hari ini, belum ada perubahan jadwal. Jemaah mulai masuk asrama pada 21 April 2026,” tutur dia saat melakukan kunjungan ke Jombang beberapa waktu lalu.
Baca Juga: 160 Calon Jemaah Haji Kota Blitar Gabung di Kloter 106, Jemaah Tertua Usia 80 Tahun
Gus Irfan, demikian dia disapa, mengaku persiapan penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun ini sudah dilakukan secara matang, termasuk masalah akomodasi, konsumsi, hingga kesiapan teknis lainnya.
“Seperti orang mau mantu, gedung, katering, dan EO sudah dibayar. Seragam juga sudah siap, termasuk KUA dan penghulu. Jadi, tinggal menunggu hari H,” jelas Gus Irfan.
Meski demikian, Pemerintah Indonesia memang terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. Pihaknya berharap konflik yang terjadi saat ini bisa segera mereda sehingga jemaah bisa menunaikan rukun Islam kelima dengan nyaman sekaligus aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Anang Panca Kurniawan
Editor: Dwi Lindawati








