8 Amalan Sunah Nabi Muhammad SAW saat Hari Raya Idul Fitri - Tugujatim.id

8 Amalan Sunah Nabi Muhammad SAW saat Hari Raya Idul Fitri

  • Bagikan
Amalan sunah nabi. (Foto: Pexels/Tugu Jatim)
Ilustrasi ucapan Idul Fitri. (Foto: Pexels)

TUBAN, Tugujatim.id – Umat Islam bakal merasakan sukacita menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Dalam momentum hari kemenangan ini, umat Islam bisa melakukan ibadah serta menjalankan sunah-sunahnya. Apa saja ya amalan sunah Nabi Muhammad SAW yang juga bisa kita terapkan?

Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Bukhori maupun Imam Muslim, beliau bersabda: amalan kesunahan yang bisa dilakukan saat Lebaran, di antaranya:

1. Salat Idul Fitri

Salat ini hukumnya sunah muakad. Yakni, perbuatan yang sangat dianjurkan. Bahkan sebagian ulama mengatakan hukumnya fardlu kifayah (kewajiban kolektif).

Salat Idul Fitri disunahkan bagi laki-laki dan perempuan. Dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Lebih utama dilaksanakan di masjid daripada di tempat lainnya, termasuk di lapangan.

2. Mandi Sunah

Mandi sebelum salat Id disunahkan dilakukan oleh setiap muslim. Bahkan sekalipun perempuan yang sedang haid ataupun yang tidak bisa menghadiri untuk salat Id. Sedangkan waktu yang dianjurkan untuk mandi sunah, mulai tengah malam tanggal 1 Syawal hingga keesokanharinya. Namun yang lebih afdal pada saat terbitnya fajar.

Niatnya:

نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat mandi Idul Fitri, sunah karena Allah.”

3. Pakai Wewangian

Amalan sunah nabi berikutnya yakni menggunakan parfum atau wewangian. Usai mandi sunah dengan membersihkan seluruh anggota badan, umat Islam dianjurkan memakai parfum.

4. Berhias Diri

Berhias dan berpenampilan sebaik mungkin disunahkan untuk menampakkan kebahagiaan di hari yang berkah itu. Lebih utama memakai pakaian putih, kecuali bila selain putih ada yang lebih bagus, maka lebih utama mengenakan pakaian yang paling bagus.

Kesunahan berhias ini berlaku bagi siapa pun, meski bagi orang yang tidak turut hadir di pelaksanaan salat Idul Fitri. Khusus bagi perempuan, anjuran berhias tetap harus memperhatikan batas-batas syariat.

5. Perbanyak Baca Takbir

Salah satu amalan sunah Nabi Muhammad SAW lainnya pada Hari Raya Idul Fitri adalah mengucapkan takbir. Dan membaca takbir biasa disebut malam takbiran.

Anjuran memperbanyak takbir ini berdasarkan firman Allah:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ

“Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah”. (QS. Al-Baqarah: 185)

6. Makan sebelum Salat Id

Rasulullah SAW menyempatkan makan terlebih dulu, sebelum menjalankan salat Id. Seperti dalam sabdanya yang artinya:

“Janganlah keluar pada Hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika Hari Idul Adha sampai dia salat dulu.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ahmad)

Sementara itu, dalam sebuah hadis lain juga disebutkan bahwa:

“Pada saat Idul Fitri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidaklah berangkat untuk salat sebelum makan beberapa kurma.” Murajja bin Raja berkata kepadaku “Ubaidullah, katanya: berkata kepadaku Anas, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: beliau memakannya berjumlah ganjil.” (HR. Bukhari).

7. Bedakan Rute Berangkat dan Pulang Tempat Salat Id

Berdasarkan hadis riwayat Al-Bukhari, rute perjalanan pulang dan pergi ke tempat salat Id hendaknya berbeda. Dianjurkan rute keberangkatan lebih panjang daripada jalan pulang. Di antara hikmahnya adalah agar memperbanyak pahala menuju tempat ibadah. Anjuran ini juga berlaku saat perjalanan haji, membesuk orang sakit, dan ibadah lainnya.

8. Tahniah (Memberi Ucapan Selamat)

Memberi ucapan selamat dan doa, terutama sesudah salat Idul Fitri usai, jamaah dapat bersalam-salaman satu sama lain. Hal itu untuk mempererat tali silaturahim di hari yang penuh berkah ini.

Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 86 telah memberi arahan. Artinya, “Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun, maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal”.

Salah satu ucapan yang masyhur saat silaturahim di Idul Fitri adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum.” Ucapan ini disemarakkan kalangan tabiin dan tabitt tabiin. Jawabannya ialah ucapan yang sama.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan