BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp175,3 miliar untuk delapan Proyek Strategis Daerah (PSD) 2026. Proyek Strategis Bojonegoro 2026 tersebut mencakup pembangunan pasar, penataan ruang publik, hingga perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.
Data dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bojonegoro Nomor 188/101/KEP/412.013/2026 tertanggal 12 Maret 2026 mencatat, pembangunan Pasar Kota Bojonegoro menjadi proyek dengan nilai terbesar, yakni Rp80,036 miliar. Disusul penataan Alun-Alun Bojonegoro sebesar Rp28 miliar.
Baca Juga: Serapan Pupuk Subsidi di Bojonegoro Masih 25 Persen
Sementara itu, anggaran untuk sektor konektivitas juga cukup signifikan. Pelebaran Jalan Purwosari–Glagah dialokasikan Rp21,258 miliar, rekonstruksi Jalan Ngambon–Bobol Rp15,957 miliar, serta penggantian Jembatan Mojorejo–Tapelan di Kecamatan Ngraho sebesar Rp15,110 miliar.
Adapun proyek lainnya meliputi rehabilitasi Masjid Jami’ Darussalam Bojonegoro sebesar Rp7,852 miliar, pembangunan pelindung tebing sungai di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan Rp4,059 miliar, serta pelindung tebing sungai di Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman Rp3,1 miliar.
Total keseluruhan proyek Strategis Bojonegoro 2026 tersebut mencapai Rp175,372 miliar.

Kepala Bappeda Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, proyek Strategis Bojonegoro 2026 tersebut disusun untuk mendukung penataan kawasan perkotaan sekaligus meningkatkan infrastruktur dasar.
“Pembangunan diprioritaskan sesuai kebutuhan masyarakat, baik dari sisi ruang publik, ekonomi, maupun konektivitas wilayah,” ujarnya.
Dari sisi pelaksanaan, sejumlah proyek telah memasuki tahap perencanaan sejak akhir 2025. Rehabilitasi Alun-Alun Bojonegoro misalnya, sudah dalam tahap detail engineering design (DED) sejak Oktober 2025. Sementara masterplan Pasar Kota dan Taman Rajekwesi rampung pada November 2025.
Baca Juga: Skema Baru Beasiswa Bojonegoro 2026, Dari Kebijakan Pemkab hingga Harapan Mahasiswa
“Jadwal pengerjaan, proyek fisik ditargetkan mulai bertahap pada 2026. Pembangunan pelindung tebing sungai dijadwalkan mulai lebih awal, yakni akhir Januari 2026 dengan estimasi durasi sekitar tiga bulan,” imbuhnya.

Ahmad Gunawan melanjutkan, proyek jalan dan jembatan diperkirakan dimulai setelah proses lelang selesai dengan waktu pengerjaan berkisar empat hingga enam bulan. Adapun proyek skala besar seperti pembangunan pasar kota tiga lantai dan penataan alun-alun diprediksi membutuhkan waktu lebih panjang karena kompleksitas pekerjaan.
“Seluruh proyek tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur sekaligus penataan kawasan secara terpadu pada 2026,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Lizza Arnofia Choirunisa
Editor: Dwi Lindawati








