• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Beasiswa Bojonegoro

Program Beasiswa Bojonegoro 2026: Kantor Pemkab Bojonegoro, Selasa (14/04/2026). Foto : Lizza Arnofia Choirunisa Tugujatim.

Skema Baru Beasiswa Bojonegoro 2026, Dari Kebijakan Pemkab hingga Harapan Mahasiswa

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
3 months ago
in Pemerintahan, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membuka Program Beasiswa Bojonegoro 2026 dengan alokasi anggaran Rp40,4 miliar.

Program ini diharapkan memperluas akses pendidikan, meski sejumlah mahasiswa masih menyoroti aspek teknis dalam proses pendaftaran.

You might also like

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM
Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

19/07/2026 12:00 PM

Pendaftaran beasiswa dibuka dalam dua tahap, yakni Tahap I pada 9 Maret hingga 10 April 2026 dan Tahap II pada 1 hingga 31 Agustus 2026. Pada periode ini, pemerintah memprioritaskan dua program, yakni Beasiswa Pondok Pesantren dan Beasiswa Keluarga Miskin.

“Program beasiswa ini ditujukan bagi santri, pelajar, dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo.

Sementara itu, program Beasiswa Scientist dan Beasiswa Sepuluh Sarjana per Desa (lanjutan) masih menunggu perubahan Peraturan Bupati terbaru. “Informasi pembukaan kedua program tersebut akan diumumkan setelah regulasi resmi diterbitkan,” ujarnya.

Pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, juga mengajak seluruh Mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk segera mendaftarkan diri dalam program beasiswa yang disediakan pemerintah daerah.

Menurutnya, program tersebut menjadi peluang besar bagi generasi muda Bojonegoro untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kapasitas diri. “Kami mengajak agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya sebelum batas waktu pendaftaran berakhir,” imbaunya.

Sementara itu, mengenai program beasiswa pendidikan tinggi yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memberikan dampak nyata bagi Mahasiswa Daerah.

Salah satu penerima manfaat Beasiswa Scients, M. Daniel Rahmadani, asal Tambakrejo, Bojonegoro, sekaligus Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Brawijaya, mengaku beasiswa tersebut sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan motivasi belajarnya.

Daniel, yang berasal dari Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, mengetahui informasi beasiswa ini dari temannya sebelum akhirnya mencari informasi lanjutan melalui media sosial dan internet. Ia kemudian memutuskan untuk mendaftar dengan motivasi sederhana, membantu orang tua dan memastikan pendidikan dapat dijalani dengan lebih tenang.

“Motivasi utama saya ingin meringankan beban orang tua, sekaligus supaya bisa fokus menjalani kuliah tanpa terlalu terbebani biaya,” sambung Daniel.

Dalam proses pendaftaran, Daniel menilai alur yang ada sudah cukup jelas. Namun, ia mengakui masih terdapat kendala teknis, terutama pada proses pemberkasan yang sebagian masih dilakukan secara manual. Sebagai Mahasiswa yang menempuh studi di Kota Malang, ia harus bolak-balik ke Bojonegoro untuk melengkapi dokumen.

“Karena pengurusan berkas harus dilakukan di Bojonegoro, tentu cukup memakan waktu dan tenaga, apalagi dengan deadline yang mepet. Ke depan, akan lebih efektif jika sistemnya sudah berbasis digital,” bebernya.

Bagi Daniel, beasiswa ini tidak hanya bernilai secara finansial, tetapi juga menjadi bentuk kepercayaan yang mendorongnya untuk terus berprestasi. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan meningkatkan capaian akademiknya.

Berasal dari keluarga sederhana dengan ayah seorang peternak dan ibu pedagang, Daniel menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Bantuan beasiswa dinilai sangat berarti karena mampu mengurangi beban biaya yang harus ditanggung orang tua.

“Rencana kedepan bisa mengembangkan diri dengan mencari pengalaman di dunia industri setelah lulus. Saya menargetkan dapat bekerja di perusahaan besar seperti Nestle, Japfa atau Charoen Pokphand untuk memperdalam pemahaman tentang sistem industri peternakan,”imbuh Mahasiswa Universitas Brawijaya.

Meski demikian, ia juga memiliki keinginan untuk kembali ke kampung halamannya di Bojonegoro guna menerapkan ilmu yang telah diperoleh. Menurutnya, salah satu keunggulan program beasiswa Pemkab Bojonegoro adalah keberpihakannya terhadap mahasiswa daerah. Program ini dinilai mampu membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Harapan kedepan sistem pendaftaran dapat dikembangkan menjadi lebih modern dan berbasis digital, sehingga lebih efisien dan mudah diakses oleh mahasiswa,”harap Daniel.

Di balik proses yang dijalani, Daniel mengaku momen paling berkesan adalah saat harus mengatur waktu di tengah kesibukan kuliah dan pengurusan berkas. Dari situ, ia belajar tentang manajemen waktu, usaha dan kesabaran.

Dukungan terbesar, menurutnya, datang dari orang tua. Kondisi keluarga yang sederhana justru menjadi motivasi utama untuk terus berjuang. Daniel juga berpesan kepada mahasiswa lain di Bojonegoro agar tidak ragu mencoba kesempatan yang ada.

“Jangan ragu untuk mencoba. Kadang kita merasa tidak cukup, tapi justru dari mencoba itu kita tahu sejauh mana kita bisa melangkah,” tutup Daniel.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Lizza Arnofia Choirunisa/ Kontributor

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: BojonegoroKabupaten BojonegoroPemkab BojonegoroProgram Beasissa Pemkab BojonegoroProgram Beasiswa
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Mahasiswa UM.

Mahasiswa UM Kembangkan GS-PBL, Strategi Pembelajaran Berbasis Game Tingkatkan Kolaborasi Siswa

by Dwi Linda
19/07/2026 12:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan. Yonna Divanka Yuanvanelli, mahasiswa UM Program...

Peneliti UM.

Peneliti UM Kembangkan EL-PBL, Inovasi Pembelajaran IPA Bikin Siswa Lebih Kreatif dan Semangat Belajar

by Dwi Linda
19/07/2026 11:05 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berupaya menciptakan suasana belajar IPA yang lebih menyenangkan...

LPPM UM.

LPPM UM Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache, Mahasiswa Belajar Olah Limbah Kulit Nanas Jadi Minuman Fungsional

by Dwi Linda
19/07/2026 10:20 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pusat Kesehatan dan Pangan Lembaga Penelitian dan Pendidikan Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) menggelar kegiatan...

Next Post
Jalan rusak di Tuban.

Swadaya Perbaiki Jalan Rusak di Tuban, Pemuda Dusun Selang Sentil Program Pembangunan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID