• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Salah satu jenis burung yang hidup di Hutan Lindung Ngantang, Malang. (Foto: Dokumen/Profauna Indonesia) tugu jatim burung dilindungi

Salah satu jenis burung yang hidup di Hutan Lindung Ngantang, Malang. (Foto: Dokumen/Profauna Indonesia)

9 Jenis Burung Dilindungi Terdeteksi di Hutan Lindung Ngantang

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Keberadaan hutan lindung yang masih alami berpengaruh terhadap ekosistem ribuan flora dan fauna. Seperti itulah yang ada di hutan lindung di wilayah RPH Sekar, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Berdasar penelusuran Profauna Indonesia selama Agustus-September 2021, setidaknya terdapat 43 jenis burung di Hutan Lindung Ngantang. Dari jumlah tersebut, 9 di antaranya merupakan jenis burung dilindungi.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Made Astuti, pengamat burung (bird watcher) Profauna Indonesia merincikan, 9 jenis burung dilindungi itu adalah Elang ular bido (Spilornis cheela), Elang hitam (Ictinaetus malaiensis) Julang emas (Aceros undulatus), Takur tohtor (Megalaima armillaris), Takur tulung tumpuk (Megalaima javensis) hingga jenis burung Serindit jawa (Loricilus pusillus), dan Luntur harimau (Harpactes oreskios).

“Tentu keberadaan burung-burung langka ini sangat tergantung dengan kelestarian hutan. Misal burung Julang emas dan Takur itu tak bisa hidup tanpa pohon-pohon besar yang beragam,” jelas dia.

Salah satu pohon dengan diameter 2 meter lebih di Hutan Lindung Ngantang, Kabupaten Malang. (Foto: Dokumen/Profauna Indonesia) tugu jatim
Salah satu pohon dengan diameter 2 meter lebih di Hutan Lindung Ngantang, Kabupaten Malang. (Foto: Dokumen/Profauna Indonesia)

Selain itu, Astuti juga mencatat adanya burung Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus), Sepah kecil (Pericrocotus cinnamomeus), Sepah hutan (Pericrocotus flammeus), Sepah gunung (Pericrocotus miniatus), Takur tenggeret (Megalaima australis), Takur ungkut-ungkut (Megalaima haemacephala).

Selain itu juga ada burung jenis Cinenen jawa (Orthotomus sepium), Munguk beledu (Sitta frontalis), Celepuk reban (Otus lempiji), Ciu besar jawa (Pteruthius flaviscapis), Ciu kunyit (Pteruthius aenobarbus), Pelanduk semak (Malacocincla sepiarium), Tepus leher putih (Stachyris thoracica), dan Tepus pipi perak (Stachyris melanothorax).

Diketahui, di Hutan lindung RPH Sekar yang memliki luas 3.212 hektar ini berada pada ketinggian mulai dari 1.100 mdpl hingga diatas 2000 mdpl. Di lereng Gunung Kawi dan Kelud itu, juga ada beberapa desa antara lain Desa Sidodadi, Purworejo, Pagersari, Banturejo dan Pandansari.

Sedangkan wisata alam yang dikenal yang berada di hutan lindung RH Sekar tersebut antara lain Sumantoro dan Sumbersongo yang berada di Desa Sidodadi. Tentunya dengan kekayaan hayati itu, menjaga ekosistem hutan adalah kewajiban.

Ketua Pembina Profauna Indonesia, Rosek Nursahid mengatakan pelestarian hutan, khususnya di hutan lindung RPH Sekar adalah harga mati. Jangan sampai terjadi perusakan dan alih fungsi.

”Selain menyimpan potensi keragaman hayati tinggi, keberadaan hutan lindung ini juga sangat penting untuk menjaga sumber-sumber air yang ada di hutan ini,” tegas dia.

Lebih lanjut, untuk memantau keragaman hayati di hutan lindung RPH Sekar ini, PROFAUNA Indonesia telah mempunyai pos lapangan di Dusun Sekar, Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang.

“Kami berharap adanya pos lapangan PROFAUNA tersebut akan membuat kami lebih dekat dengan masyarakat desa untuk saling berbagi pengetahuan terkait konservasi hutan di wilayah Ngantang dan sekitarnya,” tandasnya.

Tags: Kabupaten MalangKota MalangMalangProfaunaProfauna Indonesia
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
 Nafa Amadea, atlet selam asal Kota Batu yang turut menyumbangkan medali emas untuk Jawa Timur di ajang PON XX Papua 2021. (Foto: KONI Kota Batu) tugu jatim

Atlet Selam Kota Batu Raih Medali Emas di PON XX Papua 2021

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID