TUBAN, Tugujatim.id – Sehari pasca insiden BBM luber di tangki Terminal BBM (TBBM) Tuban pada Senin (10/6) malam, warga mulai kembali beraktifitas. Sebanyak 99 warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban telah menjadi korban dalam peristiwa tersebut, yakni satu kritis dan 98 orang menjalani rawat jalan.
“Total warga yang sakit ada 99 orang. Kondisinya sekarang satu masih dirawat di RSNU, dan lainnya rawat jalan. Mereka mengalami pusing, mual dan juga sesak nafas,” kata Damuri, Kepala Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, kepada awak media, Selasa (11/6/2024).
Damuri menyampaikan, satu korban kritis masih dirawat di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban, sedangkan sebagian besar dari korban belum dapat beraktifitas normal.
“Harapan dari warga, setidaknya ada pemeriksaan kesehatan berkala. Agar tahu kondisinya,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu warga yang terpapar gas yang dihasilkan dari luberan tangki Pertamax TBBM Tuban, Susi Isnur menyampaikan, tubuhnya masih terasa lemas dan juga mual serta pusing. Dia pun masih merasa trauma saat malam hari, jika serca tiba-tiba insien tersebut terulang kembali.
“Kami merasakan pusing dan mual yang sangat kuat sejak bau BBM mulai menyebar,”terangnya.
Dia berharap peristiwa yang sempat menghebohkan warga tersebut tidak terulang kembali, dan pihak perusahaan dapat menjadikan insiden ini untuk bahan evaluasi. “Harapannya pihak pertamina bisa evaluasi dan berhati-hati. pikiran saya semalam hanya memikirkan badan saya ini gak lemas kayak gini dan dapat pertolongan,” harapnya.
Diketahui, Insiden bau menyengat tiba-tiba sekira pukul 2 dini hari oleh masyarakat Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Masyarakat panik dan mengungsi ke tempat lebih aman. Mereka berlarian meninggalkan rumah menuju ke tempat pengungsian untuk menyelamatkan diri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








