• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sekolah satu atap Gunungsari. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Kepala SDN Satu Atap Gunungsari Siti Roihatul Hasanah menunjukkan bangunan toilet yang ambrol tak bersisa imbas dari pergerakan tanah di bawahnya yang tak stabil. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Bangunan Sekolah Satu Atap Gunungsari Kota Batu Terancam Roboh, Banyak Retakan Parah Imbas Pergeseran Tanah

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan, Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Kondisi miris menimpa sekolah satu atap Gunungsari Kota Batu. Sebab, bangunan SD dan SMP Satu Atap di Desa Gunungsari, Kota Batu, itu terancam roboh. Kondisi ini imbas pergerakan tanah yang tidak stabil. Parahnya, sejumlah ruangan seperti ruang guru hingga ruang kepala sekolah terpaksa dikosongkan.

Untuk diketahui, pergerakan tanah di Kota Batu terjadi pada Jumat (02/12/2022). Hal itu membuat struktur bangunan sekolah kehilangan daya penopang. Akibatnya, bangunan toilet sekolah satu atap Gunungsari ambruk dan tak bisa digunakan.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM

Selain itu, pada bangunan di sisi selatan yang digunakan untuk ruang guru mengalami keretakan parah. Terutama pada bagian atap, dinding, hingga lantai. Beruntung saat kejadian para guru tengah mengajar di kelas-kelas yang terletak di bangunan sisi utara sehingga tidak sampai terjadi korban jiwa.

”Saat ini ruangan mulai kami kosongkan. Bisa jadi nanti masih terjadi pergerakan tanah,” kata Kepala SDN Satu Atap Gunungsari Siti Roihatul Hasanah ditemui pada Rabu (07/12/2022).

Sekolah satu atap Gunungsari. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Parahnya bangunan toilet yang ambrol di Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Meski begitu, aktivitas belajar mengajar di sana tidak sampai terhenti. Hanya saja, para guru dan kepala sekolah selama dua hari ini tidak bisa beristirahat dengan tenang di ruangan. Mereka lebih memilih duduk-duduk di luar atau di ruangan kecil bersekat lain. Mereka tentu merasa waswas karena potensi pergerakan tanah masih bisa terjadi.

”Saat ini anak-anak ujian, kami masih belum bisa sepenuhnya mengosongkan ruangan. Meski rawan, tapi ya gimana lagi,” ujarnya pasrah.

Meski begitu, Dinas Pendidikan dan BPBD Kota Batu memastikan untuk membangun gedung baru di sisi utara yang relatif lebih aman.

”Sudah dikaji dan dialokasikan anggaran untuk bikin gedung baru nanti di sisi utara. Karena kalau tetap dibangun di sini, tanahnya sudah labil, gak aman,” ujarnya.

Sebenarnya ada usulan lain lagi agar sekolah ini dipindah ke tempat yang lebih aman. Menurut Siti, rencana pembangunan sekolah akan digeser lebih jauh di kawasan Dusun Jantur, Desa Brau. Namun, ada pertimbangan lain.

”Takutnya kalau dipindah ke sana, aksesnya terlalu jauh. Jadi takutnya nanti malah gak ada yang mau sekolah. Cuma di sini satu-satunya akses yang dekat biar anak-anak tetap sekolah,” kata Siti.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu mengatakan, sebenarnya pihaknya merekomendasikan agar bangunan sekolah satu atap Gunungsari itu direlokasi ke tempat yang lebih aman. Sebab, berdasarkan hasil kajian PVMBG, BPBD Provinsi, dan Geologi UB, kawasan di sana memang tidak direkomendasikan untuk ditempati karena kondisi tanah yang labil. Kawasan itu merupakan kawasan rawan bencana.

Di sisi lain, hanya di sanalah sekolah satu-satunya di kawasan pemukiman petani yang terletak di ketinggian, di lereng Bukit Paralayang itu. Sebagai jalan tengah, BPBD merekomendasikan untuk menata aliran air dengan membuat sumur pelegah. Pengaturan ini penting untuk mengurangi tingkat kejenuhan tanah di sana. Diketahui, kejenuhan tanah ini juga dipengaruhi oleh sumber mata air yang ada di sekitar lereng.

”Dengan membuat sumur pelegah ini nanti guna mengatur muka air tanah dan kelembapan tanah. Tapi tetap saja, di wilayah itu memang tidak aman untuk ditempati,” paparnya.

Meski begitu, di beberapa sisi, Agung masih dapat menjamin bangunan di areal sisi utara masih aman untuk difungsikan. Tanah yang labil banyak terjadi di satu sisi saja di bagian selatan.

”Tapi nanti akan kami kaji lagi karena intensitas hujan yang tinggi masih berpotensi membuat tanah di sana jenuh. Jadi, potensi pergerakan tanah di sana ke depannya masih besar,” ungkapnya.

Huntaranya di belakang sekolah. Hunian sementara (huntara) yang bangun dinsos ya, jangan salah tulis. Bukan BPBD.

Sekolah satu atap. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Keretakan parah akibat pergerakan tanah merembet hingga bagian atap, dinding, hingga lantai bangunan SD dan SMP Satu Atap Gunungsari Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Tahun lalu Febuari 2021 lalu kan itu bunyi peringatan sampai delapan kali di Brau. Ada pemukiman di lereng bukit sana terjadi longsor. Memang tanahnya labil. Akhirnya mereka direlokasi dan ditempatkan di huntara yang sudah terbangun ada di belakang SD-SMP Satu Atap Brau.

Tanahnya sampai sekarang memang masih bergerak, akhirnya sudah muncul hasil kajian pemetaan itu memang wilayah di sana tidak aman untuk ditinggali.

Pasca Hujan, Pergerakan Tanah Ancam Rumah dan Sekolah di Kota Batu Ambrol

Usai menerima laporan kerusakan, pihak BPBD Kota Batu merekomendasikan gedung sekolah yang berpotensi terjadi gerakan tanah susulan untuk tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

”Kami masih akan melakukan kajian lagi terhadap potensi gerakan tanah susulan. Sementara itu, kami tidak rekomendasikan untuk dipakai aktivitas belajar,” ungkapnya saat dihubungi.

Saat ini pihaknya mendirikan tenda darurat untuk digunakan melangsungkan aktivitas belajar. Sebelumnya, gerakan tanah yang sama terjadi dan membuat bangunan rumah milik Suyono di Dusun Brau, RT 4, RW 10, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mengalami keretakan parah pada dindingnya.

Peristiwa pergerakan tanah ini diketahui sudah terjadi pada Rabu (23/11/2022), pukul 15.00 WIB. Menurut Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu, curah hujan tinggi membuat tanah di bawah rumah mengalami kejenuhan sehingga kehilangan daya penopang.

”Ini menimbulkan kerusakan berat pada bangunan. Selain itu di sebagian bangunan mengalami retak selebar 30 sentimeter dengan panjang 4 meter. Kerusakannya lebih parah sepanjang 6 meter lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter,” ungkap Agung saat dihubungi pada Jumat (02/12/2022).

Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini hingga membuat bagian dapur dan ruang tengah rumah tidak dapat digunakan.

”Untuk keamanan, penghuni kami rekomendasikan untuk pindah atau direlokasi,” katanya.

Tags: Bencana pergeseran tanahBencana pergeseran tanah di Kota BatuBerita Kota Batu hari iniKota Batu hari iniSD-SMP Satu Atap Gunungsari Kota BatuSekolah di Kota Batu rawan ambrolSekolah satu atap GunungsariSekolah satu atap Gunungsari Kota BatuSekolah satu atap Gunungsari rawan ambrol
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Next Post
Kepala L2Dikti Jatim Prof Dyah: Lulusan Unim Mojokerto Harus Mampu Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Kepala L2Dikti Jatim Prof Dyah: Lulusan Unim Mojokerto Harus Mampu Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID