• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pasuruan tugu jatim

Ilustrasi warga miskin di Kota Pasuruan yang bekerja sebagai pemilah sampah. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

Penduduk Miskin di Kota Pasuruan Ada 13.020 Orang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Jumlah penduduk miskin di Kota Pasuruan, Jawa Timur, mengalami penurunan pada 2022. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan, di 2022, jumlah penduduk miskin Kota Pasuruan mencapai 13.020 jiwa atau sekitar 6,37 persen dari jumlah total penduduk.

Jumlah ini menurun sekitar 0.51 persen dari jumlah penduduk miskin di 2021 yang mencapai 13.970 jiwa atau 6.88 persen dari total penduduk. Penduduk miskin ini memiliki pendapatan di bawah Rp486.893 per kapita tiap bulannya.

You might also like

Truk di Jombang.

Truk di Jombang Diduga Rem Blong Tewaskan 2 Orang, Karyawan PT Pei Hai Jadi Korban

22/07/2026 3:29 PM
TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

20/07/2026 2:30 PM

“Tahun lalu sebanyak 95 ribu jiwa berhasil dientaskan dari kemiskinan,” ujar Kepala BPS Kota Pasuruan, Sri Kandarwati, pada Jumat (20/1/2023).

Penurunan jumlah penduduk miskin Kota Pasuruan juga diikuti penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Di mana pada 2022, Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 0,93 atau turun sebanyak 0,22 poin dibandingkan 2021 yang mencapai 1,15.

Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan 2022 sebesar 0,22 atau turun sebanyak 0,05 poin dibandingkan 2021 yang mencapai 0,27.

“Hal ini secara positif menunjukkan ada dampak dari kebijakan ke arah perbaikan. Di mana rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin dekat dengan garis kemiskinan sehingga ketimpangan pengeluaran juga semakin mengecil,” ungkapnya.

Penurunan angka kemiskinan ini salah satunya dipengaruhi oleh tepatnya sasaran bantuan sosial dari pemerintah. Kota Pasuruan bahkan menduduki peringkat tujuh daerah yang memiliki tingkat kemiskinan terendah di Jawa Timur.

Selain itu, berkurangnya tingkat pengangguran juga berdampak banyak pada penurunan angka kemiskinan. Di mana saat pandemi COVID-19 pada 2021, jumlah pengangguran meningkat hingga mencapai 6.980 orang. Namun, setelah pandemi mereda pada 2022, jumlah pengangguran menurun hingga tersisa 6.620 orang.

“Dibanding awal pandemi, tren pengangguran terus turun hingga 1,6 persen. Sekitar 35 ribu orang penduduk usia produktif sudah bisa aktif bekerja dan memperoleh penghasilan,” imbuhnya.

Meskipun begitu, masih tersisa pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Pasuruan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem. Di mana pada 2022 ini masih ada sebanyak 2.850 jiwa atau 1,39 persen dari total penduduk Kota Pasuruan yang masuk golongan miskin ekstrem. Mereka hidup dengan penghasilan di bawah Rp322.170 per kapita per bulannya.

Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo menargetkan kemiskinan ekstrem akan dientaskan hingga 0 persen pada 2024. “Untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, perlu kebijakan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, dengan memberikan Bansos, PKH, BPNT, PIP, subsidi listik, subsidi elpiji, hingga program jaminan kesehatan,” jelasnya, pada Kamis (19/1/2023).

Tidak hanya memberikan bantuan sosial, Pemkot Pasuruan juga melakukan upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Di antaranya melalui pelatihan-pelatihan dan program vokasi untuk meningkatkan kapasitas SDM.

“Untuk sektor UMKM kita dorong dengan mempermudah akses pembiayaan dan permodalan, termasuk akses ke pasarnya. Supaya UMKM bisa makin tumbuh,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Hanura, Nasdem, dan PDIP (HNP) DPRD Kota Pasuruan, Abdul Ghofur meminta agar pemerintah tetap memperhatikan kesenjangan kemiskinan antara penduduk di tengah kota dengan penduduk di pinggiran kota.

Menurutnya, kesenjangan ekonomi ini dipengaruhi oleh kurang meratanya pembangunan infrastruktur antara tengah perkotaan dan pinggiran. “Harusnya pemerataan infrastruktur ini menjadi fokus perhatian dalam kebijakan daerah dan rencana tata ruang wilayah untuk mengatasi persoalan kemiskinan,” ucapnya.

Tags: Kemiskinan di PasuruanKota PasuruanPenduduk miskin
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Truk di Jombang.

Truk di Jombang Diduga Rem Blong Tewaskan 2 Orang, Karyawan PT Pei Hai Jadi Korban

by Dwi Linda
22/07/2026 3:29 PM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Aktivitas masuk kerja para karyawan PT Pei Hai di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, sontak menjadi...

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 8:55 PM
0

MADIUN, Tugujatim.id – Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meledak pada...

Next Post
feb unisma tugu jatim

Diklat Relawan Pajak FEB Unisma Gandeng Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jatim III

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID