• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Jalur penyelamat swadaya.

Jalur penyelamatan (emergency safety area) yang dibangun secara mandiri oleh warga Songgoriti, Kota Batu, mengingat angka kecelakaan yang tinggi di sana. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Niat Minimkan Kecelakaan, Jalur Penyelamat Swadaya di Klemuk Justru Tuai Cibiran dari Pemkot Batu 

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Hubungan Pemkot Batu dan warga memanas akibat jalur penyelamat swadaya yang dibangun di jalur Klemuk, Jalan Rajekwesi, Kelurahan Songgokerto. Sebab, pembangunan jalur swadaya masyarakat itu justru menuai kritikan dari Dinas Perhubungan Kota Batu karena tidak melalui aspek kajian teknis. Masyarakat pun geram atas kritikan itu.

Salah seorang warga bernama Suliyanto mengaku geram atas tanggapan dari dinas terkait. Dia mengatakan justru dinas terkait itu yang harus introspeksi diri karena dibangunnya jalur penyelamatan swadaya itu merupakan bentuk sindiran.

You might also like

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

Menurut dia, pembangunan jalur penyelamatan itu telah diusulkan sejak 2015. Nyatanya, tidak ada respons positif hingga kini.

Bahkan, peristiwa kecelakaan terus terjadi. Terbaru, kecelakaan tiga unit mobil terjadi pada Jumat (17/03/2023).

”Kami sudah tidak sabar lagi, nunggu dishub ya kelamaan. Kebanyakan teori dan wacana, tapi gak ada aksi. Sudah banyak kecelakaan terus lho di sana,” ungkap Suliyanto pada Senin (20/03/2023).

Dia mengatakan, warga juga telah membuat perhitungan yang matang pada setiap pertemuan yang diadakan. Mereka juga telah menyiapkan bahan-bahan material yang disumbang masyarakat satu per satu.

Menurut dia, jalur penyelamat swadaya ini memang sengaja dibuat menanjak pada bagian ujungnya. Sebelumnya dibangun kolam pasir dengan kedalaman 30 sentimeter-1 meter lengkap dengan tumpukan ban dan karung isi serbuk kayu sebagai batas pengaman.

Warga juga telah memastikan uji coba sejumlah kendaraan yang berhasil selamat mendarat di sana. Terlepas dari itu, jika memang masih diragukan, seharusnya Pemkot Batu langsung saja ikut turun tangan.

“Kalau memang gak sesuai teknis, seharusnya mereka turun ke sini, kasih saran dan arahan. Jangan hanya sekadar ngomong saja. Sampai sekarang juga ke sini atau apa gitu,” ujar Suliyanto.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Imam Suryono menuturkan, pembangunan jalur penyelamatan harus mempertimbangkan beberapa kriteria.

“Pembuatan jalur penyelamat tidak asal dibangun, harus ada kajian teknisnya,” ujarnya.

Karena tidak ada tanggapan pemerintah, akhirnya warga bergotong royong membuat jalur penyelamat. Suliyanto mengatakan, sumber pembiayaan didapat dari patungan masyarakat, termasuk juga mendapat sumbangan dari beberapa pelaku sektor bisnis di Kelurahan Songgokerto.

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu Eko Setiawan mengatakan, langkah brilian yang dilakukan warga perlu diiringi pertimbangan dari aspek konstruksi. Jadi jangan sampai jalur itu malah menimbulkan kecelakaan lain.

Dia menjelaskan, jalur penyelamat memerlukan kajian dan material tertentu. Menurut dia, jika mengacu dari jalur penyelamatan di ruas jalan tol itu bukan terbuat dari tanah. Namun lebih pada bahan material yang bisa menyerap energi.

”Misal bahan itu jika digunakan untuk kendaraan roda dua justru malah berbahaya,” ungkapnya.

Tags: Berita Kota Batu hari iniBerita Pemkot BatuJalur Klemuk Kota BatuJalur maut Klemuk Kota BatuKota Batu hari iniMobil beruntun kecelakaan di Klemuk Kota BatuPembangunan jalur penyelamat di Klemuk Kota BatuPemkot Batu
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Sidoarjo

Kontes Modifikasi Motor Dua Tak di Sidoarjo Mampu Gerakkan Ekonomi Masyarakat

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 11:45 AM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Gelaran kontes modifikasi motor dua tak dalam ajang Jayandaru Vol. 1 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar...

WTP

WTP Tuban Kembali Diraih, Pemkab Catat 11 Kali Berturut-turut dari BPK RI

by Mochamad Abdurrochim
31/05/2026 9:10 AM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Prestasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kembali diraih Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Untuk ke-11 kali secara beruntun,...

Next Post
Gas air mata.

Buntut Vonis Bebas Eksekutor Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan, Aliansi Mahasiswa Bakal Demo Besar-besaran di Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID