• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wahyu (30) menggeluti bisnis urban farming dengan metode pertanian hidroponik dan organik di Kota Pasuruan. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

Wahyu (30) menggeluti bisnis urban farming dengan metode pertanian hidroponik dan organik di Kota Pasuruan. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

Kisah Wahyu Iqsan Kembangkan Urban Farming di Tengah Kota Pasuruan

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Urban farming atau teknik pertanian di perkotaan apabila ditekuni mempunyai potensi besar sebagai peluang bisnis bagi anak muda milenial.

Seperti halnya yang dilakukan Wahyu Iqsan (30), pria asal Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM

Berawal dari coba-coba membantu temannya, Wahyu justru sukses menjadi salah satu pengusaha sayuran hidroponik dan organik di Kota Pasuruan.

WhatsApp Image 2023 03 26 at 13.43.06
Wahyu (30) menggeluti bisnis urban farming dengan metode pertanian hidroponik dan organik di Kota Pasuruan. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

Usaha produksi sayuran hidroponik dengan nama “Wish Farm” ini dibangun Wahyu sejak 2018 lalu. Mulanya, pria yang juga bekerja di salah satu BUMN bidang telekomunikasi ini hanya ingin mengisi waktu luang sambil membantu temannya yang kesulitan mendapat pekerjaan.

“Karena teman saya itu jurusan pertanian, daripada nggak ada kegiatan, akhirnya bareng-bareng belajar hidroponik dari YouTube, ternyata kok keren ya,” ujar Wahyu, pada Minggu (26/3/2023).

Di tengah perjalanan usaha bisnisnya, Wahyu harus merelakan temannya yamg memilih untuk bekerja di tempat lain. Karena hanya memiliki bekal ilmu ekonomi, Wahyu harus belajar dasar-dasar ilmu pertanian hidroponik dari nol. Mulai dari teknik menanam, penyaluran air di pipa hidroponik, pemberian nutrisi, hingga cara untuk panen.

“Belajar otodidak karena gak ada basic pertanian sama sekali. kebanyakan belajar dari media sosial, sesekali juga sowan ke orang lebih ekspert,” ungkapnya.

Kata Wahyu, teknik untuk mengelola urban farming teknik hidroponik termasuk lumayan mudah. Hal utama yang harus disiapkan adalah instalasi lubang tanam lengkap dengan pompa airnya.

“Setelah itu, tinggal menanam bibit tanamannya ke rockwoll dan mengontol kadar PH air dan nutrisinya saja,” imbuhnya.

Selain itu, pertanian sistem hidroponik tidak harus membutuhkan area yang luas seperti pertanian konvensional. Petani hidroponik bisa memanfaatkan di lahan-lahan sempit di tengah perkotaan.

Di sisi lain, sistem hidroponik yang tidak menggunakan pestisida dan hanya menggunakan pupuk nutrisi organik menjadikan hasil sayuran lebih sehat.

“Kita juga untung karena juga lebih dekat dengan pasar, daripada bertani di desa yang masih butuh biaya distribusi buat ke pasar. Sedangkan kualitas kita bisa bersaing dengan desa,” ungkapnya.

Saat ini, Wahyu memiliki dua lokasi lahan yang dikembangkan untuk urban farming.

Lahan pertama berada di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan, difokuskan untuk pertanian hidroponik sayuran jenis sawi pakcoy dan sawi caisin. Di lahan seluas 18×18 meter ini, ada sekitar 4.500 lubang tanam hidroponik. Dari ribuan lubang tanam tersebut, Wahyu bisa menghasilkan hingga 600 kilogram sawi pakcoy dan caisin.

“Satu kilonya dijual Rp17 ribu. Omset sebulan bisa antara Rp8 juta sampai Rp9 juta. Apalagi daya serap pasar sedang bagus karena masyarakat sudah tahu manfaat sayuran sehat,” jelasnya.

Sementara lahan kedua berada di Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang rencananya akan dibangun sebagai taman edukasi urban farming untuk pelajar sekolah. Di mana selain pertanian sistem hidroponik, ada pula kebun tanaman-tanaman organik dan kolam budi daya lele dan nila.

Untuk tanaman organik, Wahyu membudidayakan beberapa tanaman dari luar negeri, seperti apel putza atau apel mini dari India, kemudian ada black sapote atau kesemek hitam dari Meksiko.

Selain itu, ada pula tanaman lokal seperti terong lalap ungu, klengkeng merah, hingga cabai, dan jahe-jahean.

WhatsApp Image 2023 03 26 at 13.49.31
Wahyu (30) menggeluti bisnis urban farming dengan metode pertanian hidroponik dan organik di Kota Pasuruan. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

“Ke depannya juga ada ternak bebek juga, kalau bisa juga jalan usaha maggotnya. Jadi nantinya maggotnya bisa buat pakan ikan, kotoran lelenya dibuat pupuk, jadi semuanya berkesinambungan,” pungkasnya.

Tags: berita Pasuruanberita Pasuruan hari iniKota PasuruanUrban farmingwahyu iqsan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Next Post
penukaran uang baru tugu jatim

Ribuan Kendaraan Antre Layanan Drive Thru Penukaran Uang Baru di BI Jatim

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID