• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tes calistung.

Ilustrasi pembelajaran sekolah dasar di Surabaya. (Foto: Dinkominfo Surabaya)

Tes Calistung untuk SD di Surabaya Resmi Dihapus Dispendik, Perkuat Pendidikan Karakter

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya resmi menghapus tes calistung (baca, tulis, dan hitung, red) saat penerimaan peserta didik baru pada jenjang sekolah dasar (SD). Kebijakan ini berlaku mulai tahun ajaran 2023/2024.

Peniadaan tes calistung sebagai syarat masuk SD ini merupakan bagian dari tindak lanjut kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0759/C/HK04.01/2023 terkait Penguatan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar Awal.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengungkapkan, kebijakan ini dilihat dari fakta di lapangan bahwa tidak semua anak memiliki akses cukup untuk belajar calistung. Jadi, sangat tidak tepat bila diterapkan pada proses penerimaan peserta didik baru.

Tes calistung juga sebenarnya sudah dilarang dengan rilisnya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan serta Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

“Khususnya di SD karena tidak ada tes calistung, kami mengikuti SE dari kementerian,” kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh pada Selasa (04/04/2023).

SE tersebut kemudian diteruskan oleh Dispendik Surabaya melalui SE Nomor 421/4552/436.7.1/2023 tentang Penguatan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar Kelas Awal. Yusuf Masruh mengatakan, kebijakan tersebut sudah disosialiasikan kepada setiap sekolah, khususnya jenjang SD.

“Pembelajaran tingkat PAUD itu pengenalan huruf dan angka dengan model pembelajaran yang menyenangkan,” ujarnya.

Untuk proses penerapannya, Dinas Pendidikan Kota Surabaya secara langsung akan memantau proses penerimaan peserta didik setelah dihapusnya calistung sehingga orang tua tidak perlu khawatir.

“Kami akan memantau proses pelaksanaan pendaftaran, jika tidak sesuai maka orang tua bisa melapor ke dinas. Sebab, sekolah sudah punya indikator penerimaan peserta didik baru. Artinya, orang tua tidak perlu khawatir,” ucapnya.

Merespons terkait kebijakan baru ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku sudah berjalan dan pihaknya akan memastikan proses transmisi pembelajaran pada PAUD akan berjalan lancar.

“Pendidikan bukan hanya kognitif, tapi Kemendikbud saat ini juga fokus pada pendidikan karakter anak. Jadi, saya dukung program Kemendikbud karena di Surabaya sudah berjalan,” ujar Eri.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Surabaya sudah membuat inovasi terkait penguatan karakter pada setiap peserta didik. Seperti peniadaan pekerjaan rumah (PR) di sekolah negeri maupun swasta, lalu program Sinau dan Ngaji Bareng yang berjalan di semua balai RW di Surabaya.

“Hal ini juga sejalan dengan program Pemkot Surabaya untuk menguatkan pendidikan karakter atau non akademik. Jadi, anak-anak tidak hanya mendapat pendidikan akademik, tapi juga karakter. Sehingga potensi anak bisa keluar,” tuturnya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniCalistung dihapusDispendik Kota SurabayaKota Surabaya hari iniPelajar SD di Kota SurabayaPenghapusan calistung di SD SurabayaPeniadaan calistungSiswa SD Kota Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi Bakal Kunjungan Kerja ke Tuban, Agenda Tanam Padi Serentak

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID