• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sepatu Sello buatan Malang ini telah tembus ke pasar Jerman dan Amerika Serikat. (Foto: BEN)

Sepatu Sello buatan Malang ini telah tembus ke pasar Jerman dan Amerika Serikat. (Foto: BEN)

Mengintip Geliat Industri Rumahan Sepatu Kulit ‘Sello Shoe’ di Polehan, Malang

Dari Polehan, Malang hingga ke Jerman dan Amerika Serikat

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Featured, News, Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG – Berawal coba-coba, produk sepatu kulit asli Kota Malang ini justru mendunia.  Tak tanggung-tangung, produk bikinan Arek Polehan (Arpol) Malang ini bahkan menembus pasaran Jerman hingga Amerika Serikat. Sello Shoe namanya.

Penuh dan sibuk. Begitulah kata yang tepat saat memasuki gerai sentra sepatu kulit Sello Shoe yang terletak di Gedung Balai Bahasa Universitas Negeri Malang, Jalan Bogor, Malang. Penuh karena banyak pilihan sepatu berjejer yang akan membuat khilaf mata. Sibuk karena tempat produksinya jadi satu di gerai jual tersebut.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM

Begitu masuk, anda akan disambut ratusan sepatu kulit berbagai jenis dan model yang berjajar rapi di rak. Mulai dari jenis pantofel, wedges, sepatu boot, sepatu safety, sepatu trail, sepatu gunung hingga sepatu koboi berbagai tipe semua ada. Semua terbuat dari kulit binatang asli, mulai sapi, domba, kambing hingga kulit ular.

Uniknya, sepatu kulit handmade bikinan Timotius Darmawanto (51) ini mencuri perhatian banyak mahasiswa luar negeri yang sedang menempuh program pertukaran pelajar.

”Jadi pas mereka pulang bawa oleh-oleh sepatu saya, akhirnya ada yang pesen lagi. Getuk tular lah istilahnya, jadi ada dari mereka mulai pesan dan kirim ke sana,” ujar Tius ditemui di gerainya, Minggu (9/8/2020).

sepatu sello ben 1
Timotius Darmawanto, pembuat sepatu kulit, Sello Shoe asal Malang. (Foto: BEN)

Tius menerangkan merintis usahanya ini sejak tahun 2011 dari skala kecil rumahan di bilangan Polehan, Malang, kediamannya. Dulu, kata dia hanya melayani pesanan sepatu custom dari sejumlah rekan. Hingga kemudian pada 2014 ia tergabung menjadi mitra binaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dari Pertamina.

Dari situ, Tius disediakan rumah produksi sekaligus gerai di Gedung Balai Bahasa UM ini. Bak gayung bersambut, mulai banyak orang yang menaruh minat terhadap produk bikinannya. Terlebih, sejak kedatangan mahasiswa luar negeri yang bersekolah di UM pun turut andil dalam segi promosi hingga bisa melejit seperti saat ini.

Tius termasuk perajin kulit serba bisa. Ia sedikit banyak telah membuat ratusan jenis sepatu kulit berbagai jenis dan mode, termasuk sepatu kulit kombinasi dan sepatu kulit rajutnya.

”Sepatu kulit rajut ini kayak anyaman bambu, tapi itu kulit. Tingkat kesulitannya tinggi dan jarang ada di pasaran. Langka sih, peminatnya juga belum tinggi,” tutur pria yang tak tamat SMP ini.

Uniknya, sepatu bikinannya ini dibandrol dengan harga ekonomis, lebih murah dari yang biasanya ada di pasaran. Rentang harganya bervariasi mulai Rp 300 ribu hingga 1 juta tergantung jenis dan kesulitan pembuatannya.

”Soal kualitas bisa dijamin setara dengan yang ada di pasaran,” jaminnya.

sepatu sello ben 2
Proses pembuatan sepatu kulit di Sello Shoe, Malang. (Foto: BEN)

Usut punya usut, jauh sebelum menggeluti industri kreatif ini Tius merupakan pekerja buruh tambang di Freeport yang kesehariannya menggunakan sepatu safety. Kebiasaan inilah yang membawa dirinya jatuh hati dengan penampilan modis bersepatu kulit.

Hingga saat ini, Tius pun tetap melayani pemesanan sepatu custom yang dipercayakan kepadanya. Sehari-hari ia bisa melayani lima hingga sepuluh pasang sepatu kulit setiap harinya. Terkadang, ia juga melayani pesanan sepatu safety dari para buruh proyek di Papua.

”Ya namanya usaha kan pasang surut. Yang jelas meski tanpa orderan, kami tetap produksi. Laku gak laku itu urusan belakangan. Yang penting tetap berkarya memberikan yang terbaik,” tukasnya.

Selain sepatu kulit, Sello Shoe juga mengeluarkan beberapa produk handmade kulit lain mulai dari tas, jaket, dompet dan aksesoris lainnya. Sello Shoe sendiri menerima custom sepatu kulit sesuai desain dan selera yang diinginkan.

 

Reporter: Ulul Azmy
Editor: Gigih Mazda

Tags: kerajinanKota MalangMalangsepatu kulitUMKM
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
Kritisi Kebijakan POP Nadiem Makarim, Unira Malang Gelar Webinar NU-Muhammadiyah

Kritisi Kebijakan POP Nadiem Makarim, Unira Malang Gelar Webinar NU-Muhammadiyah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID