• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Owner RFM Mojokerto.

Karyawan RFM Mojokerto saat proses produksi hijab. (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

Kisah Frangkianto, Owner RFM Mojokerto Jatuh Bangun Kelola Bisnis Hijab hingga Sukses

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Perjalanan para pelaku usaha khususnya UMKM di Kabupaten Mojokerto sangat beragam. Setiap tahapan yang telah mereka lewati membawa pelajaran yang bisa dipetik hikmahnya. Seperti yang dialami oleh owner RFM Mojokerto Frangkianto.

Owner RFM Mojokerto itu banyak melalui jatuh bangun dalam membangun bisnis. Bagi Frangkianto, bisnis yang besar dan sustainable (berkelanjutan) tidak dibangun dalam waktu sehari semalam saja. Bahkan, dia menekuni dunia usaha sejak masih kuliah.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

“Jualan itu saya mulai sejak kuliah karena terkendala biaya. Dulu jadi reseller fashion awalnya, kayak kaus, kemeja, dan lain-lain,” kata Frangki, sapaan akrab Frangkianto, pada Sabtu (08/04/2023).

Perlahan tapi pasti, dia mulai merintis usaha fashion kecil-kecilan dengan berjualan baju dan kaus. Namun pasca usahanya mulai menurun, dia coba peruntungan dengan bekerja di sektor perbankan.

“Usaha sempat sepi, saya coba kerja di perbankan waktu itu. Hitung-hitung buat nambah pengalaman dulu, walaupun sebenarnya saya lebih suka punya usaha sendiri,” imbuh alumnus Universitas Mayjen Sungkono itu.

Ngaku Apes saat Pandemi, Bangkit karena Semangat

Namun, Frangki mengaku apes saat pandemi Covid-19 datang. Bencana non alam tersebut melanda tidak lama saat dia memutuskan keluar dari sektor perbankan. Tak pelak, hal tersebut cukup memukul dirinya.

“Saat pandemi itu memang benar-benar apes kalau mau dibilang kayak gitu. Pas abis keluar dari kerjaan, tiba-tiba ada pandemi. Mau nggak mau harus putar otak,” bebernya.

Pandemi yang belum kunjung reda membuat Frangki melirik sektor fashion lain. Dia mulai berselancar di dunia maya, lalu tercetuslah ide berbisnis hijab.

Dia memilih hijab karena banyak perempuan yang memakai hijab sehingga berpotensi raup banyak konsumen. Selain itu, dia memilih hijab karena proses pembuatannya yang relatif simpel, tidak seperti baju atau kaus yang harus membikin pola sebelum dijahit.

“Akhirnya memilih jualan hijab. Selain banyak dipakai perempuan, bikin hijab kan lebih mudah. Tidak perlu bikin pola kayak mau bikin kaus atau baju,” terang pria asli Mojokerto itu.

Melalui modal pinjaman, dia putuskan membeli beberapa alat dan bahan seperti kain, mesin jahit, dan meteran. Awalnya dia mengajak tiga karyawan saja.

“Dengan modal yang ada, saya belanjakan alat sama bahan, lalu mengajak tiga orang. Ternyata belum cukup, harus di-push sama cara lain,” kata Frangki.

Cara yang dimaksud Frangki adalah menjual hijab secara online. Marketplace seperti Shopee dan TikTok langsung dia garap. Sembari bertukar ilmu jualan dengan teman sesama komunitas UMKM, Frangki mendapat banyak ide tentang cara membikin konten jualan yang menarik, bagaimana menarik konsumen melalui promo yang disediakan, dan lain-lainnya.

“Hasil dari punya teman komunitas sesama pelaku UMKM itu salah satunya membantu menaikkan penjualan. Jadi sebenarnya jualan online itu tidak bisa sendiri. Harus belajar kepada yang lebih pandai,” terangnya.

Dari berbagai masukan yang diterima Frangki, tidak disangka hampir tiap hari pesanan datang tidak pernah sepi. Dari dua marketplace saja, ribuan hijab tiap hari keluar dari tempat produksi. Belum lagi reseller lain yang kulakan dari tempat Frangki.

“Hingga hari ini tiap hari rutin ribuan hijab yang keluar. Semua itu selain karena konten jualan online, juga masukan dari teman-teman komunitas pelaku UMKM,” ujarnya.

Tags: Berita Kabupaten Mojokerto hari iniBisnis hijab onlineFashion hijabHijab online MojokertoKabupaten Mojokerto hari iniKisah inspiratif bangun bisnis hijabRFM Hijab MojokertoRFM Mojokerto
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Balap liar viral.

Polres Batu Gercep Tangkap 2 Pelaku Balap Liar Viral, Petugas Sita Dua Kendaraan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID