MALANG, Tugujatim.id – Seorang penyanyi dangdut di Kota Malang, Jawa Timur, bernama Mentari dilaporkan ke polisi karena diduga telah menipu ratusan orang melalui arisan bodong.
Salah satu korban arisan bodong, Fifin Arista mengaku telah melaporkan Mentari ke Polresta Malang Kota pada Senin (10/4/2023) lalu. Dia melapor bersama tujuh korban lainnya.
Mulanya, Fifin mengaku ingin menabungkan uangnya dengan mengikuti arisan. Namun, dia justru merugi hingga lebih dari Rp30 juta usai ikut beberapa slot arisan itu. “Kalau saya itu baru ikut dua minggu udah rugi dengan nominal segitu. Rp30 juta lebih,” ucapnya, pada Kamis (13/4/2023).
“Harusnya tanggal 7 kemarin saya dapat arisan yang nilainya Rp20 juta, tapi saya tunggu gak ada kabar. Saya sempat ke rumah orang tuanya itu ternyata juga banyak yang nyari juga, ternyata dia kabur,” imbuhnya.
Kata dia, orang tua Mentari mengaku tak mengetahui keberadaan anaknya. Bahkan, orang tuanya juga mengaku sedang mencari keberadaan Mentari. “Jadi setelah saya ke rumah orang tuanya juga sama, zonk. Bahkan, orang tuanya juga gak mau tau soal arisan itu. Kata orang tuanya juga bingung cari juga,” ucapnya.
Mentari diketahui merupakan seorang penyanyi dangdut yang pernah mengikuti kompetisi dangdut nasional. Fifin yang juga pernah berprofesi sebagai penyanyi mengaku terakhir manggung bersama Mentari pada November 2022 lalu.
Fifin berharap, Mentari punya iktikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini. Pasalnya, korban arisan itu disebut mencapai ratusan orang. “Saya harap uang saya kembali meski itu terbilang kecil bila dibandingkan dengan korban lain. Korbannya ada ratusan dan kerugiannya orang-orang itu sampai miliaran,” ucapnya.
Korban Ambil Alih Rumah Penyanyi Dangdut

Salah satu korban arisan bodong itu dikabarkan telah mengambil alih rumah Mentari karena geram ditipu. Rumah itu berada di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. “Iya, itu rumah Mentari, tapi katanya itu masih nyicil. Kabarnya itu juga diambil alih salah satu korban. Korban itu temanku juga. Saya sempat tanya dia,” kata Fifin.
Fifin mengaku tak mengetahui secara pasti bagaimana proses pengambil alihan rumah itu. Namun, dia mengatakan bahwa para korban memang sudah geram dengan Mentari yang saat ini tak diketahui keberadaannya.
Sebelumnya, rumah Mentari juga sempat digeruduk dan didobrak sejumlah korban arisan bodong itu. Rumah Mentari tampak dalam kondisi berantakan.
“Kalau gak salah itu kejadiannya hari Sabtu (8/4/2023) pagi. Saya gak lihat langsung tapi kata warga begitu,” kata Ketua RT setempat, Wito.
Wito mengaku bahwa pemilik rumah juga tak tampak terlihat di rumah sejak 5 April 2023 lalu. Beberapa orang yang mengaku korban juga sempat bertanya kepadanya untuk mencari keberadaan Mentari. “Saya baru tahu kasusnya itu setelah ada salah satu korban datang menemui saya dan menceritakan masalah itu. Nah sejak hari Jumat (7/4/2023) banyak korban datang mencarinya,” tandasnya.








