SURABAYA, Tugujatim.id – Berawal dari keresahan anak kecil yang mulai kehilangan budaya serta jati diri bangsa Indonesia, jurusan animasi SMKN 12 Surabaya tengah menggarap film animasi berjudul Minilemon.
Guru Jurusan Animasi SMKN 12 Surabaya, Mardi menceritakan bahwa proyek film animasi tersebut merupakan ajakan kerja sama dari PT Minilemon Media Indonesia yang berdomisili di Jakarta. Sehingga, pelajar SMKN 12 Surabaya turut menjadi tim yang menggarap film animasi karya anak bangsa tersebut.
“Minilemon itu dibuat diawali dengan keresahan kira terhadap budaya bangsa yang mulai luntur yang dimulai dari anak-anak kecil. Perkembangan dunia luar itu masuk pada anak-anak sehingga konten secara terbuka atau vulgar ditiru anak-anak. Makanya Minilemon ini punya prinsip dengan media animasi itu pengin membangun karakter anak melalui film animasi,” kata Mardi, di Balai Pemuda Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (18/5/2023).
Film animasi yang terinspirasi dari wajah bangsa Indonesia serta buah lemon ini menampilkan enam karakter. Setiap tokoh memiliki ciri khas masing-masing dalam membangun nilai moral, budaya, pendidikan dan etika yang sesuai dengan bangsa Indonesia.
“Ada Memey, sebenarnya dia keturunan Tionghoa dan memiliki karakter yang berbeda dengan lainnya. Dia selalu ceria, banyak teman, suka memberi manfaat, dermawan. Dia seperti kaka di Minilemon. Kemudian Ucup sebenarnya dia diambil sebagai anak Sunda. Dia ramah, suka bercanda, pintar, sering menggunakan bahasa teknologi yang membuat temannya bingung,” imbuhnya.
Lalu, karakter lain seperti Slamet yang diwakilkan sebagai anak Jawa yang memiliki perawakan yang baik namun polos.
Kemudian Minggus dadi Papua yang berpostur tinggi, besar, dan kereng namun ia adalah anak yang ramah dan jago bermusik.
Selanjutnya ada karakter Waya dari Bali dan Togar asal Sumatera Barat.
“Mereka semua menceritakan anak bangsa untuk memberikan nuansa baru kepada anak-anak kecil. Kita sedang berperan melawan budaya asing yang tidak sesuai dengan norma Indonesia,” bebernya.
Sejak pengerjaan pertama yang dimulai awal Januari 2023 lalu, total terdapat empat episode yang telah dikerjakan. Namun, Mardi belum memastikan terkait jumlah seluruh episode. Episode pertama berjudul Kuaci Terbang, episode kedua Minuman Kaleng, episode ketiga Game Baru, dan episode keempatl Petak Umpet.
“Ceritanya tentang kegiatan bermain untuk anak-anak usahakan jangan sampai pakai gadget. Bisa pakai gerakan mulut, atau anggota tubuh lain. Karena anak kecil tuh butuh perkembangan fisik, psikis, adaptasi, dan perkembangan motorik. Kalau dari kecil sudah diberikan gadget itu salah kaprah,” lanjutnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Waka Humas SMKN 12 Surabaya tersebut menjelaskan bahwa rencananya film animasj tersebut bakal dipasarkan di Indonesia namun belum dapat dipastikan terkait tanggal perilisannya.
“Pengerjaan bisa memakan waktu dua tahun lebih, sekarang masih setengah tahun. Karena bikin film animasi juga nggak gampang,” ucapnya.
Kendati demikian, ia tetap optimistis bahwa Minilemon bisa bersaing dengan film animasi nasional dan bisa menjadi tontonan yang layak untuk anak-anak Indonesia.
Mochammad Aptana Atha Abdristi, salah satu pelajar kelas 12 SMKN 12 Surabaya yang terlibat dalam proyek Minilemon mengaku bahwa film animasi ini memang sedang digarap oleh delapan pelajar.
“Kami ngerjakan animasinya, total ada delapan orang. Udah bulan kelima, awal bulan Januari,” paparnya.
Sebagai pelajar jurusan Animasi, ia juga memiliki kesulitan dalam proses pengerjaannya. Seperti dalam menyalurkan ide di setiap karakternya.
“Yang bikin susah, ya kayak animasi gini, terus ide buat cara ngerjainnya gimana, kadang nge-stuck,” pungkasnya.








