• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi kepulauan Kecamatan Masalembu. Foto: Herlianto A/Tugu Jatim

Ilustrasi kepulauan Kecamatan Masalembu. Foto: Herlianto A/Tugu Jatim

KPUD Sumenep Buka Suara Soal 7.000 Orang Tak Dikenal dan Meninggal Masuk Daftar Pemilih di Masalembu

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

SUMENEP, Tugujatim.id – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumenep buka suara soal 7.000 lebih orang tak dikenal dan meninggal di Kecamatan Masalembu yang masuk Daftar Pemilih Sementara Hasil Pebaikan (DPSHP).

Bagian Divisi Perencanaan dan Data KPUD Sumenep, Syaifurrahman mengatakan bahwa pihaknya belum mengroscek langsung soal sengkarut DPSHP di Masalembu. “Saya belum kroscek langsung, tapi informasi ini sudah sampai ke kami tadi pagi,” katanya, pada Kamis (25/5/2023).

You might also like

Bupati Tulungagung

Kadernya Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Tulungagung, DPC PDIP: Kami Hormati Proses Hukum

11/04/2026 6:27 PM
PDIP Jatim

PDIP Jatim Gelar Fit and Propertest 3 Calon Kuat Ketua DPRD Surabaya

10/04/2026 10:25 AM

Syaifurrahman menegaskan bahwa memang kasus daftar pemilih sudah meninggal yang masuk DPSHP juga terjadi di beberapa wilayah di Sumenep, namun bisa diselesaikan dengan baik.

Caranya, kata dia, saat pantarlih melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) dan menemukan pemilih meninggal, maka didata semua. Data itu diserahkan ke PPS, lalu PPS yang mengurus surat kematian secara kolektif ke desa.

“Jadi kami sudah instruksikan ke PPK dan PPS untuk melakukan pengurusan surat kematian secara kolektif jika ditemukan pemilih yang meninggal dan sudah diketahui, karena kami tahu di pelosok atau desa jarang warga yang mengurus surat kematian,” kata dia.

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa tanpa surat kematian itu, pihaknya tidak bisa menghapus daftar di DPSHP karena aturan dari PKPU yang harus dipenuhi.

Adapun untuk pemilih yang tidak dikenal, Syaifurrahman mengatakan bahwa itu juga tidak bisa dihapus karena pihaknya tidak punya landasan aturan. Artinya, aturan di PKPU tak ada yang membolehkan menghapus data tak dikenal itu.

“Secara aturan, kami tak punya landasan untuk menghapus itu. Jika misalnya orang tak dikenal itu masuk dalam daftar pemilih di tempat lain, lalu terjadi pemilih ganda, itu baru bisa kami hapus,” jelasnya.

Simulasinya begini, terang Syaifurrahman, jika ada orang baru mendaftar pada PPS untuk menjadi pemilih lalu tak dikenal atau tak ada datanya di DP4 (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan) dan tak punya KTP dan KK, maka orang itu tidak boleh didata.

“Atau sebaliknya, data yang diberikan oleh DP4 setelah dicoklit oleh pantarlih tidak ada orangnya maka data itu juga tidak boleh dihapus. Alasannya kami tak punya landasan,” kata dia.

Dia juga mengatakan tidak tahu mengapa sampai 7.000 lebih data di DPSHP Masalembu itu orang yang telah meninggal dan tak dikenal. “Mengapa angkanya sebanyak itu, saya tidak tahu karena data itu kan yang ngirim dari DP4,” kata dia.

Namun, dia mengatakan bahwa proses perbaikan masih panjang, artinya apa yang menjadi persoalan di DPSHP Masalembu ini akan segera dicari solusinya. “Ini penetapannya kan masih lama, nanti kami akan membahas soal yang di Masalembu ini bersama para komisioner,” ujarnya.

Warga Masalembu Ancam Gelar Aksi

Perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Pemilu Masalembu, Akib As’ad mengancam akan menggelar aksi jika persoalan DPSHP ini tidak bisa diselesaikan oleh PPK Masalembu. “Jika DPSH tidak bisa diubah, kami akan turun ke jalan,” kata dia.

Akib, sapaan akrabnya, tak habis pikir mengapa baru kali ini ada data orang meninggal dan tak dikenal tidak bisa dihapus di DPSHP. Padahal di beberapa Pemilu sebelumnya bisa dihapus. “Data orang meninggal dan tak dikenal ini sudah ada dari dulu ada. Makanya ada pantarlih dan coklit. Dan itu bisa dihapus, kok sekarang tiba-tiba tidak bisa, ada apa?” tanyanya.

Langkah pengawalan pemilu di Masalembu ini dilakukan oleh pihaknya karena merasa malu dengan kasus sebelumnya yang terjadi Masalembu.

Pada Pemilu 2019, kata dia, ada kejadian surat suara dicoblos sendiri di TPS dan akhirnya ada pemilihan ulang.

“Kasus itu menjadi kabar nasional, dan saya malu sebagai orang Masalembu. Kok seolah orang Masalembu tidak beradab. Karena itu saya perlu mengawal proses pemilu ini dari sekarang,” kata dia yang mengatakan akan segera menemui PPS Desa Masalima.

Sebelumnya, Tugujatim.id telah membahas polemik 7.000 lebih pemilih meninggal dan tak dikenal yang masuk DPSHP Masalembu di sini.

Tags: berita Sumenepberita Sumenep hari inikpud sumenepMasalembuSumenep
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Bupati Tulungagung

Kadernya Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Tulungagung, DPC PDIP: Kami Hormati Proses Hukum

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 6:27 PM
0

TULUNGAGUNG, Tugujatim.id - DPC PDIP Tulungagung akhirnya angkat bicara terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjerat salah satu kadernya...

PDIP Jatim

PDIP Jatim Gelar Fit and Propertest 3 Calon Kuat Ketua DPRD Surabaya

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 10:25 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - DPD PDIP Jatim usai melakukan Fit and propertest kepada 3 Calon Ketua DPRD Kota Surabaya. Salah satu...

PKB Kabupaten Tuban

Tujuh Nama Kandidat Bersaing Pimpin DPC PKB Kabupaten Tuban

by Darmadi Sasongko
05/04/2026 11:01 AM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Tujuh nama kandidat bersaing memimpin DPC PKB Kabupaten Tuban. Musyawarah Cabang (Muscab) VI, Sabtu (4/4/2026) malam merilis...

PKB Kota Malang

Bakal Calon Ketua DPC PKB Kota Malang Jadi 10 Orang, Padahal Awalnya Hanya 7 Nama

by Darmadi Sasongko
31/03/2026 8:41 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Bursa Calon Ketua DPC PKB Kota Malang menghangat pasca Musyawarah Cabang (Muscab), Sabtu (28/3/2026). Jumlah calon menjadi 10...

Next Post
anies baswedan tugu jatim

Respons Anies Baswedan Soal Tudingan Salah Baca Data BPS dan Menteri dari Nasdem Tersangka Korupsi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID