• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pengajian dibubarkan tugu jatim

Insiden pembubaran paksa pengajian di Purwosari, Pasuruan oleh massa, pada Selasa (20/6/2023) malam. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

MUI Kabupaten Pasuruan Sebut Pengajian Khilafah yang Dibubarkan Warga Terafiliasi Eks HTI

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasuruan menanggapi insiden pengajian khilafah yang dibubarkan paksa oleh warga, pada Selasa (20/6/2023) malam.

MUI Kabupaten Pasuruan membenarkan bahwa pengajian bertema “Khilafah Mengakhiri Hegemoni Dolar dengan Dinar dan Dirham” di Dusun Beji Geneng, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, itu punya hubungan dengan kelompok Islam garis keras.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM

Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, KH Nurul Huda menyatakan bahwa kelompok pengajian tersebut merupakan anggota eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). “Benar itu (eks) HTI. Organisasinya sudah dilarang, tapi masih melakukan kegiatan,” ujar Huda, pada Rabu (21/6/2023).

Huda juga menuturkan bahwa kelompok HTI itu sempat berencana membangun masjid. Namun pihak MUI Kabupaten Pasuruan menolak keras. Walhasil, pembangunan masjid tersebut akhirnya dibatalkan. “Kami tolak saat beberapa tahun lalu mau membangun masjid tandingan,” ungkapnya.

Maka, MUI Kabupaten Pasuruan mendukung pembubaran pengajian bertema khilafah tersebut.

Namun, menurut Huda, yang melakukan pembubaran pengajian tersebut seharusnya bukan warga. Melainkan aparat keamanan pemerintah desa setempat. “Organisasi ini sudah dilarang. Yang diserang ini ideologi negara. Harusnya pemerintah yang mengawasi,” pungkasnya.

Tags: berita Pasuruanberita Pasuruan hari iniKabupaten PasuruanMUI Kabupaten Pasuruanpengajian khilafah
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Lansia di Surabaya.

Ruko Terbakar, Lansia di Surabaya Jadi Korban Tewas Diduga Hirup Asap Pekat saat Selamatkan Diri

by Dwi Linda
31/05/2026 7:55 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Rumah toko (ruko) dua lantai di Jalan Sidoyoso IV Nomor 51, Kelurahan dan Kecamatan Simokerto, Surabaya, Minggu...

Truk parkir.

Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir di Lawang Malang, Ini Kronologinya!

by Dwi Linda
31/05/2026 5:05 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kecelakaan maut melibatkan pemotor vs truk parkir terjadi di Jalan Raya Dr Sutomo, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang,...

Next Post
Satu Anak Hanyut di Sungai Brantas Malang Ditemukan Meninggal

Satu Anak Hanyut di Sungai Brantas Malang Ditemukan Meninggal

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID