• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pebisnis usaha kuliner, Cokelat Klasik, Martalinda.

Pebisnis usaha kuliner, Cokelat Klasik, Martalinda.

Owner Cokelat Klasik Bagi Kisah Usaha: Mulai Bangkrut hingga Kembali Sukses

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Bisnis, Featured, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jatuh bangun dalam membangung bisnis nyatanya pernah dialami oleh pengusaha. Tak terkecuali Martalinda Basuki, owner kafe bernama Cokelat Klasik ini. Yakni memilih untuk menjadi pengusaha muda dan telah merintis bisnis kuliner sejak dari bangku perkuliahan.

Awalnya, Martalinda hanya memiliki modal sebanyak 50 juta yang diperoleh dari hasil penjualan laptop, sepeda motor miliknya dan pinjam uang di beberapa tempat.  Akhirnya, dia memulai untuk membuka cafe pertama kali di Kampung Inggris, Pare, Kediri.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

20/07/2026 6:05 PM

Namun, sayangnya kafe miliknya di Kampung Inggris bangkrut setelah berjalan kurang lebih satu tahun.

“Jadi, aku awalnya memang jual barang dan pinjam uang untuk usaha pertama karena dulu orang tua tidak mendukung, karena saya lebih suka bidang bisnis dari pada akademik. Tetapi kafe yang di Kampung Inggris Pare tidak berjalan lama karena bangkrut disebabkan kesalahan saya dalam mengelola,” katanya.

cokelat klasik 2
Martalinda, pemilik kafe Cokelat Klasik.

Akhirnya, tahun 2011 dia mulai membuka usaha Cokelat Klasik dengan konsep menggunakan gerobak. Ide tersebut diperoleh dari hasil riset yang telah dilakukan sebelumnya.

“Saya sebelumnya punya kafe kan dari sana saya riset kira-kira menu apa yang menjadi favorit pengunjunjung. Ternyata cokelat. Akhirnya saya memulai dengan membuka bisnis minuman cokelat klasik yang menurut saya ini usaha kering dan tidak mudah basi, ketika hari ini tidak laku bisa dijual besoknya,” terang Lala sapaan akrabnya.

Rupanya, konsep bisnis coklat klasik dengan konsep gerobak membawa keberuntungan tersendiri bagi Malinda. Banyak masyarakat yang tertarik untuk menjadi frencase dari bisnis coklat klasik tersebut.

“Saya nggak tau sama sekali apa itu franchise ketika banyak masyarakat yang juga tertarik untuk bisnis ini, akhirnya saya cari di Google apa itu franchise dan saya langsung menyusun konsep dengan  ketentuan,” beber perempuan 29 tahun.

Saat ini, telah banyak masyarakat yang bermitra dengan usaha miliknya Cokelat Klasik, bahkan beberapa dari mereka memiliki lebih dari satu gerobak.

“Jadi, satu orang ada yang bermitra itu lebih dari satu gerobak,” kata perempuan kelahiran Jayapura.

Menurutnya, bisnisnya di bidang kuliner merupakan bagian dari kesenangan. Kerap kali Lala melakukan kuliner. Terlebih Kota Malang yang terkenal tidak hanya destinasi wisata tetapi juga surga kuliner. Tak hanya itu, menjadi pembisnis harus memiliki passion yang tidak mudah menyerah dan mengeluh.

“Untuk menjadi pebisnis kita harus tahu diri kita sendidi punya visi dan misi dengan bisnis kita, harus memberikan sesuatu yang memiliki nilai untuk orang sekitar, memiliki sifat yang ikhlas, menjadi pembisnis jangan takut untuk gagal selama kita masih berdoa berusaha dan tidak menyerah pasti ada jalanya,” jelasnya.

Lala menegaskan jika pedagang, pembisnis dan pengusaha memiliki makna yang berbeda. Menurutnya, pedangang hanya memikirkan barang dagangan laku dan laba yang diperoleh setiap hari. Untuk pembisnis yang hanya berfikiran terhadap profit sedangkan pengusaha, bukan hanya profit tetapi juga dampak yang lebih memberikan manfaat serta memetingkan kepentingan masyarakat.

 

Reporter: Rezza Do’a
Editor: Gigih Mazda

Tags: adsCokelat KlasikDestinasi Wisatadestinasi wisata di MalangKulinerkuliner malangMalang
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Jembatan Sonokembang.

Jembatan Sonokembang Kota Malang Mulai Dibuka, Truk Tronton Bakal Dilarang Melintas

by Dwi Linda
20/07/2026 5:01 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Jembatan Sonokembang di Kota Malang, Jatim, kini mulai dibuka untuk masyarakat meski proses pembangunannya masih menyisakan tahap...

Next Post
Momen Kemerdekaan, Pemkab Malang Dapat Kejutan dari Kementan

Momen Kemerdekaan, Pemkab Malang Dapat Kejutan dari Kementan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID